Dalam porsi yang wajar, tertawa cekikikan bisa menyehatkan. Bukan hanya meredakan stres, tawa lepas saat mendengar atau melihat sesuatu yang lucu juga menyebabkan banyak proses dalam tubuh manusia mengalami kekacauan. Seberapa kacau?

Proses lucu itu sendiri dimulai dari otak. Begitu otaknya tergelitik, prosesnya langsung menjalar ke mana-mana. Mulai dari otot-otot wajah di sekitar mata dan mulut, diafragma di rongga dada, hingga sistem hormonal semuanya berubah untuk sejenak.

Berikut ini perubahan-perubahan yang terjadi selama tertawa cekikikan, seperti dikutip dari NBC News, Jumat (14/3/2013).

1. Paru-paru

Diafragma dan otot dada mengalami kontraksi dan mengencang, memaksa udara pernapasan untuk keluar dari paru-paru. Keluarnya udara melalui saluran napas akan meniup laring, menggetarkan pita suara dan menciptakan suara pendek berulang seperti ha.. ha.. ha..!

2. Mata

Saat lelucon yang didengarkan atau disimak benar-benar lucu, mata akan menjadi basah. Bukan karena sedih tentunya, menangis juga bisa dipicu oleh luapan emosi yang meledak-ledak.

3. Jantung

Keluarnya udara pernapasan secara mendadak dari paru-paru membuat tubuh kekurangan oksigen. Jantung langsung menyesuaikan diri dengan memompa darah lebih kencang, agar suplai oksigen tetap terdistribusikan dengan merata. Tak hran bila ada orang sampai berdebar-debar saat tertawa.

4. Otot

Beberapa kelompok otot akan mengencang saat tertawa, misalnya otot wajah dan otot-otot inti tubuh alias core muscle termasuk di dalamnya otot perut. Namun sebagian lainnya justru mengalami relaksasi, mengendur sehingga tidak bisa berfungsi dengan optimal. Karena itulah, sulit untuk berjalan lurus dan tegak saat sedang terbahak-bahak.

5. Hormon

Tertawa cekikikan bisa memicu pelepasan hormon endorphin, semacam pereda rasa nyeri alami yang ada di tubuh manusia. Jadi bila seseorang tidak lagi merasakan sakit saat sedang tertawa, itu bukan hanya karena lupa tetapi memang toleransinya terhada nyeri sedang meningkat.

 

sumber : detikhealth