Arema bakal melawat ke Stadion Petrokimia, Kamis (7/3) sore ini. Meski calon lawan kini sedang timpang, karena belum kunjung menemukan permainan terbaik dan masih tanpa didampingi pelatih kepala, namun kubu Arema mengaku tak akan mengambil keuntungan tersebut.

Rahmad Darmawan - Arema ISL (GOAL.com/Abi Yazid)

Menurut pelatih Arema Rahmad Darmawan (RD), Gresik United masihlah salah satu tim kuat di ajang Indonesia Super League (ISL) musim ini. Karena itu, mereka tak akan menganggap remeh calon lawan, yang bisa berakibat fatal.

“Sebab, meski tanpa pelatih, Gresik tetaplah tim bagus, dengan diperkuat sejumlah pemain berkualitas. Saya tidak terpengaruh oleh kondisi itu [lengsernya Suharno dari posisi pelatih kepala]. Saya melihat, Gresik sebagai keutuhan tim,” ungkap RD saat memimpin skuat arahannya mencoba Stadion Petrokimia, Rabu (6/3) pagi WIB.

Mantan arsitek Sriwijaya FC ini juga menjelaskan, timnya mewaspadai momentum kebangkitan Gresik United dari tren negatif pada beberapa laga terakhirnya. RD menambahkan, pihaknya akan mengutamakan koordinasi agar jangan sampai lengah dan juga bisa mengantisipasi serangan balik dari lawan.

“Semua tim ada kalanya tampil buruk, namun pasti ada fase kebangkitan. Bisa saja nanti Gresik bangkit saat melawan kami, oleh karena itu kami tidak boleh lengah. Saat asyik menyerang, para pemain juga harus fokus di pertahanan. Di laga ini, kami targetkan poin sempurna,” jelasnya.

Pada laga nanti, RD memberikan bocoran, yakni tidak bisa memainkan empat pilarnya. Mereka adalah Hendro Siswanto yang terkena akumulasi kartu, Greg Nwokolo dan Sunarto mengalami cedera, serta M Ridhuan yang masih mengurus visa di Singapura. Meski demikian, RD mengaku sudah menyiapkan pengganti, walau ia enggan membeberkannya secara rinci.

“Pemain absen adalah situasi yang bisa menerpa tim manapun, termasuk kami, dan kami sudah siap menghadapinya. Pemain pengganti sudah kami dapatkan, namun siapa yang siap main, dialah yang akan kami turunkan sebagai starter. Intinya, siapa pun yang main, kerja tim adalah hal yang utama,” paparnya.

Arema sendiri memboyong 20 pemain terbaiknya ke Gresik. Mereka adalah, Kurnia Mega dan M Natshir (pg); Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi, Munhar, Victor Igbonefo, Alfarizi, Hasyim Kipuw; Dendi Santoso, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Gede Sukadana, Irsyad Maulana, Engelberd Sani, Qiskil Gandrum; Alberto Goncalves, Christian Gonzales, dan Keith Kayamba Gumbs.

RD juga terlihat coba mematangkan dua pola permainan berbeda, yakni menggunakan formasi 5-4-1 dan formasi 4-4-2. Dua skema pertandingan ini, dilakukan RD dengan banyak melakukan perubahan pemain.

Saat disinggung mengenai siapa saja pemain Gresik yang dianggap berbahaya dan wajib diwaspadai, RD lantas buka suara. Menurutnya, nama-nama seperti Aldo Barreto, Gustavo Chena, Shohei Matsunaga, Siswanto, dan Risky Novriansyah, bisa menjadi momok bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut.

“Pemain-pemain itulah yang sering menghantui pertahanan lawan, termasuk Arema. Lima pemain yang saya sebutkan itu, patut mendapatkan pengawalan ketat,” pungkasnya.

sumber