Manajemen Semen Padang mengimbau suporter fanatiknya untuk bertindak sportif dalam memberikan dukungan kepada timnya saat berlaga di kompetisi Piala AFC, Maret mendatang. “Turnamen Piala AFC merupakan kompetisi internasional dan kami mengimbau suporter bertindak wajar saat memberikan dukungan dan jangan sampai anarkis,” kata Erizal Anwar, Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang, di Padang, Senin (11/2/13).

Sebagai juara Indonesia Premier League (IPL) 2011-2012, Semen Padang menjadi wakil Indonesia pada ajang internasional itu. Tak hanya membawa nama Sumatra Barat, namun juga nama Indonesia.

Pihak AFC, tambah Erizal, amat tegas dalam menerapkan aturan pertandingan, termasuk perlakuan suporter yang dinilai di luar batas. Untuk satu lemparan botol minuman yang masuk ke lapangan, akan dikenakan denda cukup tinggi, yakni Rp 50 juta.

“Pertandingan di Piala AFC sangat ketat, pihak AFC sangat tegas dalam menindak mereka yang menyalahi dan merugikan tim tamu yang bertanding di Stadion Haji Agus Salim Padang,” ucapnya.

Selain denda uang, AFC juga bakal memberikan sanksi larangan bertanding di kandang sendiri dan bermain tanpa dukungan dari suporter.

Bertanding di Piala AFC, menurut Erizal, merupakan langkah maju bagi tim berjuluk Kabau Sirah tersebut. Sebab, ajang itu merupakan kasta kedua turnamen internasional di Asia.

“Semula kita menargetkan masuk dalam turnamen Piala Champions Asia, namun kriteria pendukung untuk menjadi tuan rumah tidak mencukupi, jadi kita hanya masuk dalam turnamen Piala AFC,” ujarya.

Untuk menjadi tuan rumah Piala Champions Asia, Semen Padang harus meraih 600 poin dari kriteria tuan rumah yang ditetapkan, termasuk sarana pendukung lainnya seperti, hotel, bandara, serta tingkat keamanan. Sementara Semen Padang baru mencapai 286 poin sehingga hanya masuk dalam turnamen piala AFC.

Untuk penilain Piala AFC, manajemen tinggal menunggu surat rekomendasi tertulis karena secara lisan AFC sudah menyetujui Semen Padang bertindak sebagai tuan rumah. Pada gelaran AFC Cup 2013, Semen Padang tergabung di grup E bersama Hong Kong Kitchee, Singapore Armed Forces, dan Churchill Brothers. (sumber:liputan6.com)