Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Nasir yang dipenjara di Inggris pada 2010, akan dipulangkan ke kampung halamannya. Menurut laporan Pemerintah Inggris, Pangeran Saud adalah seorang gay yang melakukan aksi pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap pelayannya sendiri.

Foto : Pangeran Saud melakukan aksi kekerasan di lift (The Mirror)

Cucu dari Raja Abdullah II dijatuhi vonis hukuman penjara pada 2010 karena membunuh pria yang bernama Bandar Abdulaziz di hotel di London. Menurut pengadilan, Pangeran Saud melakukan tindak kejahatan itu di saat dirinya sedang mabuk.

Saud memukuli dan mencekik Bandar hingga tewas pada 15 Februari 2010, setelah mereka pulang usai berkencan di Hari Valentine. Lewat penyelidikan otopsi, Bandar mengalami luka parah di bagian otak, teling, dan leher. Jaksa mengklaim, bekas gigitan yang ada di tubuh Bandar merupakan bukti bahwa Saud melakukan kekerasan seksual.

Pangeran Saud divonis penjara seumur hidup di penjara Inggris. Namun saat ini, Menteri Hukum Inggris Chris Grayling mengizinkan pria berusia 36 untuk pulang ke tanah airnya dan meneruskan masa tahanannya.

“Kami memiliki perjanjian transfer tahanan dengan Arab Saudi yang memperbolehkan warga (Inggris atau Saudi) yang dijatuhi vonis penjara (di luar negeri), melanjutkan masa tahanan di negaranya,” ujar Kementerian Hukum Inggris, seperti dikutip AFP, Rabu (6/2/2013).

Sejauh ini, Saud selalu menepis klaim yang menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang penyuka sesama jenis. Namun bukti-bukti menunjukan, pangeran dari kerajaan penghasil minyak itu sering menyewa seorang pria pendamping yang juga seorang gay dan sering membuka situs-situs mengenai panti pijat gay.

Pengacara Saud mengatakan, kliennya bisa dijatuhi pidana mati bila dipulangkan ke Arab Saudi. Hal itu disebabkan karena Konstitusi Arab Saudi tidak memperbolehkan warganya menyukai sesama jenis. (sumber:okezone.com)