Pasca-dinyatakan pailit, setumpuk permasalahan mulai menghadang maskapai Batavia Air, salah satunya penyelesaian hak-hak karyawan.

Kepada Tribun Manado, Kamis (31/1/2013) lalu District Manager Batavia Air Perwakilan Manado Ronny Tamauka memastikan pihak maskapai sudah berkomitmen untuk membayarkan semua hak karyawan baik itu gaji maupun pesangon jika keputusan terburuk nantinya semua karyawan di PHK.

“Meskipun ada masalah seperti ini, tetapi pihak managemen maskapai memastikan akan membayarkan semua hak karyawan jika pada akhirnya keputusan pusat akan menghentikan kerjasama kerja dengan semua karyawan,” tuturnya.

Menurut Ronny saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari managemen Maskapai Batavia Air di pusat pasca putusan pengadilan yang menyatakan Batavia Air pailit.

“Sampai saat ini kami masih menunggu langkah selanjutnya dari pusat,” ujarnya.

Khusus untuk kantor perwakialan Manado, jumlah karyawan ada 20 orang. “Untuk jumlah karyawan mulai dari kantor hingga yang di bandara ada 20 orang,” ungkapnya.

Sementara itu, diakui Ronny, sehari sebelumnya, saat mengetahui keputusan pailitnya Batavia Air, puluhan travel agent yang bekerjasama dengan Batavia Air perwakilan Manado sudah mendesak untuk minta pengembalian uang tiket penumpang yang sudah terlanjur booking ke maskapai.

“Iya, sejak kemarin saya sudah terima permintaan pengembalian dari travel agent, dan sudah saya arahkan untuk membuat surat untuk kemudian kami teruskan ke pusat,” jelas Ronny.

Dirinya belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian administrasi pengembalian ini.

“Yang penting sekarang semua travel agent sudah kami minta buat suratnya untuk kami teruskan ke pusat. Untuk kapan pembayarannya pusat yang akan tentukan, tetapi pasti semua akan dikembalikan,” tuturnya.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 80 travel agent yang bekerjasama dengan maskapai Batavia Air khususnya untuk kantor perwakilan Manado. (sumber:http://manado.tribunnews.com)