Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyambut baik keputusan Mahkamah Konstitusi terkait denda pembayaran pajak pada PT Asian Agri.

Menteri Agus apresiasi putusan MA soal Asian Agri

“Menang saya menyambut baik kalau ada keputusan MA tentang pengadilan pajak, itu dan sudah diputuskan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/12).

Dia menilai keputusan tersebut telah konsisten. Hal tersebut menunjukkan wajib di pajak harus bayar pajak. “Dan ini memberikan kejelasan hak-hak negara, bagaimana wajib pajak taat membayar ini,” katanya.

Agus menegaskan putusan tersebut adalah progres yang baik. Walaupun kasus antara wajib pajak dan pemerintah yang melibatkan unsur kesengajaan selalu diperselisihkan, sehingga ini harus di bawa ke forum yudikatif.

“Di sini membutuhkan waktu yang lama. Sehingga potensi penerimaan negara yang tidak bisa diterima. Apa yang direspon akan kami sambut baik,” ungkapnya.

Mahkamah Agung (MA) menghukum Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut membayar denda Rp 2,5 triliun atas kasus penggelapan pajak. Putusan perkara penggelapan pajak diputuskan sebagai corporate liability (pertanggungjawaban kolektive) yaitu Fucarious Liability (Perusahaan bertanggung jawab atas perbuatan pidana karyawannya).

Kasus penggelapan pajak perkebunan kelapa sawit milik Tanoto Sukanto ini dibongkar oleh Mantan Group Financial Controller Asian Agri, Vincentius Amin Sutanto. Anak perusahaan Raja Garuda Mas ini diduga merugikan negara Rp1,4 triliun. Vincentius telah divonis 11 tahun penjara karena dituduh melakukan pencucian uang. (sumber:merdeka.com)