Arema bertekad menghadang laju Persebaya DU untuk melaju ke babak final Piala Gubernur yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (28/12). Pelatih Arema, Rahmad Darmawan menilai pertemuan dengan Persebaya selalu sarat akan gengsi meski kali ini hanya bertitel Piala Gubernur.

Arema bertekad hadang ambisi Persebaya melaju ke final

“Kami akan menghadang Persebaya agar tidak sampai lolos ke babak final, tentunya dengan meraih angka maksimal,” ucap RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan seperti dilansir Antara.

Untuk meraih poin penuh, RD ingin Keith Kayamba Gumbs dkk untuk tetap waspada. RD juga mewaspadai trio pemain asing Persebaya, yakni Jean paul Boumsong (Kamerun), Srdan Lopicic (Montenegro) dan Gesio Carvalho (Brazil).

“Kami memang belum tahu banyak tentang kekuatan Persebaya, sehingga harus berhati-hati dan ekstra waspada, apalagi Persebaya memiliki tradisi yang kuat dalam setiap laga. Kami sendiri juga akan banyak melakukan rotasi pemain untuk menghadapi Persebaya nanti malam,” imbuh RD.

Sementara itu Panpel Arema Abdul Haris mengimbau agar suporter Persebaya (Bonek) tidak datang ke Malang untuk menyaksikan pertandingan Arema-Persebaya secara langsung karena pertimbangan keamanan.

“Kita semua tahu, sejarah kelam kedua suporter masih belum bisa dihapus 100 persen. Untuk menghalau kehadiran Bonek, baik yang beratribut maupun tidak, kami sudah menempatkan petugas keamanan di sejumlah titik, termasuk di stasiun dan terminal,” ucap Abdul Haris.

Pada laga pertama, (26/12) Arema menghempaskan PSBK dengan skor 4-0 dan Persebaya menang WO atas PSBK yang mogok bertanding saat jeda pertandingan. Pada babak pertama PSBK tertinggal 1-0 dari Persebaya DU.

Aksi mogok PSBK disinyalir karena match fee melawan Arema sebesar Rp10 juta baru diberikan 50 persen oleh panitia dan ketika melawan Persebaya justru tidak ada match fee. Sumber: Bola.net