Jakarta – Suara meninggi Wakil Gubernur Ahok Basuki T. Purnama kerap terdengar dalam agenda rapat kerja yang dipimpinnya. Suara meninggi disertai gerak tangan yang menuding serta urat wajah yang menegang tampak jelas dalam rekaman video setiap rapat yang diunggah ke situs YouTube.

Ditagih Janji, Ahok Adu 'Urat' dengan Mahasiswa  

Pemandangan yang sama terlihat di halaman Balai Kota secara live, Senin 17 Desember 2012. Sasaran Ahok kali ini adalah seorang mahasiswa.

Saat itu, pukul 14.00 WIB, Ahok, begitu Basuki biasa disapa, hendak meninggalkan Balai Kota menuju Kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Tiba-tiba, seorang mahasiswa berjas almamater sebuah perguruan tinggi swasta mencecarnya dengan pertanyaan.

“Mana janji membela pasar tradisional? Banyak pasar modern dan minimarket diberi izin sehingga memperburuk kondisi pasar tradisional di Jakarta,” ujar si mahasiswa.

Entah kenapa yang ditanya malah seperti tersulut emosinya. Dengan nada tinggi, Ahok menjelaskan bahwa dia dan GubernurJokowi belum pernah mengeluarkan izin pendirian pasar modern di Jakarta.

Ahok juga mengingatkan si mahasiswa bahwa segala hal yang ada di Ibu Kota harus dikaji. Penerbitan izin pun membutuhkan waktu. “Bukan kayak mahasiswa mau main berantem saja. Kalau mau ngajak berantem, aku lebih jagoan!” kata dia.

Mahasiswa itu balas meminta Ahok berjanji agar tidak memberikan izin mendirikan supermarket untuk ke depan. “Kami mau berbicara. Mana janji Gubernur?” kata mahasiswa itu.

Ahok tambah sengit. “Saya marah karena Anda nuntut mana janji kami? Kami baru dua bulan, Bung!”

Sang Wakil Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI saat ini justru berkomitmen menambah 1.500 kios pasar tradisional. Pasar akan dibuat dalam satu jaringan dengan apartemen atau rumah susun yang baru. “Punya tanah? Anda jual, saya beli! Masih enggak cukup?” ujar Ahok, menutup pembicaraan dengan ayunan pintu mobil. Ahok pun melaju pergi. (sumber:tempo.co)