Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku bosan dengan perayaan Natal yang monoton. Sebab, menurutnya perayaan Natal harus memiliki makna bukan sekedar merayakan saja.

Cerita Ahok saat merayakan Natal

“Bukan begitu (bosan), karena orang kan kalau pikirannya ngerayain saja kan pasti bosen. Natal kan terlalu padat, tiap malam gitu. Kalau Natal seperti itu kan orang pasti bosan, Natal itu kan ada artinya,” ujar Ahok usai merayakan peringatan Natal Pemprov DKI di GOR Sumantri Jakarta, Jumat (14/12) malam.

Sebelumnya saat memberikan sambutan dihadapan warga Pemprov DKI, Ahok menyatakan bosan merayakan hari Natal. Sebab, dia sudah 13 Tahun menjadi pengurus Gereja selalu merayakan Natal sehari penuh.

“Saya tadi ditanya, apa sih Natal itu, saya sendiri bosan yang namanya ngerayain Natal, saya sudah 13 tahun ngurusin gereja,” katanya.

Menurutnya, Natal itu maknanya semua manusia hanya dengan kasih dapat mengayomi. Apabila tanpa kasih maka akan menimbulkan pertikaian. “Hanya dengan kasih bisa mengayomi,” katanya.

Ahok yang hadir mengenakan batik warna kuning keemasan dengan gradasi hijau mengaku tidak mengajak istrinya dalam perayaan ini, karena istrinya memiliki kesibukan tersendiri. “Sibuk natal juga kan,” katanya.

Lantas, dia menceritakan pengalamannya ketika menjadi Bupati Belitung Timur. Dia sempat protes dengan kondisi yang dialaminya hingga membuatnya marah dan bertanya pada Tuhan.

“Saat saya jadi bupati saya kesel juga, saya juga dongkol saat itu. Salah apa saya, Tuhan mengurusi bangsa yang terkutuk ini,” katanya.

Menurutnya, apapun yang dilakukan akan dilihat oleh seluruh warga Indonesia maupun negara lain. Sehingga, setiap perilaku harus mencerminkan pelayanan kasih. “Kita semacam show case, untuk menunjukan kuasa transformasi seperti pelayanan kasih,” katanya. (sumber:merdeka.com)