Polisi telah mengamankan tiga orang dalam kasus kerusuhan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Ketiganya diduga sebagai pelaku pengeroyokan pada akhir pekan lalu.

Rusuh di Kutai Barat, polisi tahan tiga orang

“Tiga ditahan, inisialnya F, E, A pada Jumat kemarin,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes A. Wisnu kepada merdeka.com, Senin (26/11).

Saat ini polisi masih terus melakukan penyidikan terkait ketiga orang yang ditahan. “Kalau terbukti melakukan pengeroyokan, pelaku dikenai pasal 170 (tentang pengeroyokan),” ujarnya.

Kericuhan yang terjadi di Kutai Barat itu cuma gara-gara masalah sepele, dua kelompok berseteru. Pasar dan rumah warga dibakar.

“Pada Minggu dinihari, pasar tradisional yang berada di depan Kantor Polres Kutai Barat dibakar massa dan sebelumnya juga beberapa rumah dari etnis tertentu sempat dirusak dan dibakar. Saat ini, situasi masih mencekam dan beberapa warga terpaksa mengungsi di kantor polisi dan Kodim setempat,” ungkap salah seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Anton, Minggu (25/11).

Pengerusakan rumah-rumah dan pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat dipicu cekcok antara seorang warga dengan petugas APMS (agen premium dan minyak solar) di Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat (23/11).

Saat itu, salah seorang warga hendak membeli bensin dan oleh petugas APMS dijawab habis, namun warga tadi tetap ngotot sebab melihat masih ada warga lainnya yang mengisi BBM sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pengeroyokan yang dialami warga tersebut.

Tidak terima dikeroyok, warga tadi kemudian melaporkan kejadian itu ke keluarganya dan Bersama 500 orang yang menggunakan atribut etnis tertentu kembali mendatangi APMS untuk mencari pelaku pemukulan tersebut.

Namun karena tidak menemukan para pelaku massa kemudian merusak APMS hingga berlanjut pada pengrusakan rumah-rumah warga milik salah satu etnis pendatang. Sebuah pasar yang berada di depan Mapolres Kutai barat juga dibakar sekelompok massa. (sumber:merdeka.com)