Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak dapat bekerja sendiri dalam memberantas korupsi di Indonesia. Menurutnya, KPK harus dibantu oleh semua elemen bangsa agar dapat membasmi korupsi.

Ketua DPR: KPK tak bisa sendirian berantas korupsi

“Jadi kesimpulannya lembaga antikorupsi tidak bisa sendirian dalam menjalankan tugas, selain harus mampu mendefinisikan keberadaan dan independensi, lembaga ini harus dibantu untuk bisa menyelesaikan masalah korupsi di negaranya,” kata Marzuki saat membuka Konferensi Internasional, ‘Principles For Anti-Corruption Agencies’ di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (26/11).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengatakan, keterlibatan legislatif dan eksekutif untuk membantu pemberantasan korupsi amat penting. Dia mengklaim DPR telah ikut berperan dalam pemberantasan korupsi, yakni dengan membuatkan anggaran, pengawasan serta memasukan rancangan undang-undangan tentang tindak pidana korupsi.

“Di DPR yang saya pimpin, telah lakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi sesuai kewenangan,” ujarnya.

Marzuki berharap, usaha pemberantasan korupsi harus berjalan seimbang antara pencegahan dan penindakan. Menurutnya, pencegahan dapat dimulai dari diri setiap warga negara, yakni tidak membiarkan korupsi terjadi.

“Karena gerakan ini dari rakyat dan untuk rakyat. Saya harap konferensi ini dapat memberi manfaat kepada para peserta, saling tukar info dan pengalaman,” tandasnya.

Acara yang diikuti oleh 40 lembaga antikorupsi di seluruh dunia itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi se-dunia. Konferensi itu digelar mulai hari ini hingga 27 November 2012 di Hotel JW Marriot, Jakarta.

100 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 40 lembaga antikorupsi di dunia hadir dalam acara itu. Konferensi dibuka oleh Ketua KPK Abraham Samad, dengan keynote speaker Ketua DPR Marzuki Ali dan dari pihak United Nation Development Program (UNDP) sebagai United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Corruption and Economic Crime Branch, Vienna Ms Candice Welsch. (sumber:merdeka.com)