Jakarta – Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah titik rawan banjir di Jakarta sudah berkurang dari 78 menjadi 48 titik rawan banjir.

“Ada 78 titik itu sudah ada upaya penangulangan seperti di Pesanggarahan, Angke dan Sunter. Dan akhirnya bisa dikurangi 30 titik, karena itu masih tersisa 48 titik,” kata Kepala BNPB Syamsul Maarif saat memantau kawasan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu.

Ia mengatakan, BNPB sudah berupaya mengurangi dampak banjir di daerah rawan dan akan memantau kondisi daerah rawan banjir melalui posko-posko yang dibangun pemerintah.

“Untuk sementara banjir yang terjadi masih bisa diatasi oleh Pemda Jakarta,” katanya.

Syamsul menjelaskan pula bahwa selama 30 tahun terakhir debit air di beberapa daerah rawan banjir di Jakarta memang meningkat sampai 50 persen karenanya masyarakat perlu bersiap mengantisipasi kemungkinan banjir selama musim hujan.

“Masyarakat yang perlu diedukasi agar tidak terulang terus, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengelola lingkungan dan membuat forum-forum supaya saluran air tidak menyempit,” katanya.

Dia juga meminta warga mendata kebutuhan untuk upaya penanggulangan bencana supaya BNPB bisa membantu menyediakan.

Saat ini BNPB baru memberikan bantuan makanan kepada warga Kampung Pulo yang mengungsi karena banjir. (sumber:antaranews.com)