WASHINGTON – Sejarah belum berubah. Sejak 1964, kandidat presiden Amerika Serikat (AS) yang menang di Negara Bagian Ohio selalu melenggang mulus menuju Gedung Putih. Selain itu, tidak ada calon dari Partai Republik yang menjadi orang nomor satu di AS tanpa merebut suara Ohio.

Nah, kemenangan Barrack Obama sekaligus kekalahan Mitt Romney dalam Pemilihan Presiden AS 2012 meneguhkan sejarah tersebut. Obama melangkah ke periode kedua jabatannya setelah memenangi perolehan suara di Ohio yang bernilai 18 electoral vote.

Di sisi lain, dengan kekalahan di Ohio, Romney menguatkan tradisi di Partai Republik bahwa untuk menjadi presiden, kandidat harus lebih dulu menaklukkan salah satu di antara 50 negara bagian di AS tersebut.

Obama yang berduet dengan Joe Biden tidak hanya berjaya di Ohio. Presiden incumbent dari Partai Demokrat itu juga berhasil memenangi perolehan suara di beberapa battleground states lainnya. Sebut saja Virginia, Wisconsin, New Hampshire, Nevada, dan Colorado. Sementara itu, hingga tadi malam penghitungan suara di Florida masih belum kelar. Apa pun hasilnya, hal tersebut tidak berpengaruh lagi.

Menurut data yang dirilis CNN dan Associated Press, Obama telah merebut 303 electoral vote. Unggul jauh atas Romney yang mengoleksi 206 electoral vote. Dengan total 538 electoral vote yang diperebutkan, kandidat presiden AS sejatinya hanya butuh 270 untuk mengunci kemenangan.

Obama berhasil mempertahankan keunggulan di kantong-kantong suara Demokrat seperti California, New York, dan negara-negara bagian dengan populasi besar seperti Michigan. Padahal, di Michigan-lah Romney lahir dan ayahnya menjadi gubernur.

Dalam pidato kemenangan di hadapan ribuan pendukungnya di Chicago, Obama menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah kerja keras dan perjuangan panjang. Dia juga mengingatkan rakyat AS bahwa mereka tengah berjalan menuju era yang lebih baik.

“Dalam pemilihan umum ini, Anda, rakyat Amerika, mengingatkan kita bahwa ketika melewati jalan yang panjang dan menjalani perjalanan yang panjang, kita berjuang untuk tidak menoleh ke belakang. Kita tahu bahwa untuk Amerika Serikat, yang terbaik akan segera datang,” tegas Obama yang menurut rencana dilantik 21 Januari 2013.

Di Boston Romney menunjukkan kebesaran hati saat menyampaikan pidato kekalahan di hadapan pendukungnya. Kandidat presiden yang punya latar belakang pengusaha itu menegaskan dukungannya kepada Obama. Romney juga mengajak pendukungnya berdoa agar Obama berhasil menjalankan tugas dalam empat tahun ke depan. “Pada kesempatan seperti ini, kita tidak bisa mengambil risiko pada aksi politik yang gaya-gayaan,” tuturnya.

Obama tidak hanya memenangi electoral vote, tapi juga meraih suara terbanyak dalam popular vote atau suara pemilih. Ayah dua putri itu meraup 59.725.608 suara atau 50 persen dari total suara pemilih yang masuk. Sedangkan Romney mendapatkan 57.098.650 suara atau 48 persen.

Demokrat juga berjaya dalam perebutan kursi senat. Mereka memenangi 51 pemilihan senator, sedangkan Republik merebut 45. Meski begitu, Republik unggul dalam pemilihan anggota parlemen atau house of representatives. Republik menempatkan 232 wakil di parlemen, sedangkan Demokrat hanya 191.

 

sumber: jpnn.com