SUASANA di ruang ganti Manchester City sedang tidak harmonis. Hubungan manajer City Roberto Mancini dengan sejumlah pemain sedang renggang gara-gara keputusannya memainkan strategi tiga bek saat kalah dari Ajax Amsterdam di Liga Champions (25/10).

Melawan Ajax, Mancini sempat menerapkan skema tiga bek di lini belakang pada babak kedua. Menurut beberapa pemain, itu dianggap sebagai penyebab kekalahan. Bahkan, secara terbuka bek City Micah Richards melontarkan kritik.

Menurut Micah, para pemain tidak terbiasa dengan skema yang diterapkan Mancini. Sehingga mereka mengalami kebingungan dan berujung pada kekalahan. Rupanya kritik terbuka Richards tersebut membuat panas kuping Mancini.

Tactician asal Italia menyebut bahwa sebagai pemain profesional, harusnya apapaun strategi yang diterapkan harus siap. “Kalau Anda pemain top, maka tidak penting apa skema yang diterapkan. Kalau Anda tidak paham, maka Anda tidak pantas bermain di tim hebat,” serang Mancini, seperti dikutip Daily Mail.

Mancini juga tidak sepenuhnya menyalahkan Richards atas komentarnya. “Apa yang Micah katakan tidak penting, dia hanya menjawab pertanyaan. Saya paham dengan orang-orang yang ingin menulis tentang itu. Itu bukan masalah buat saya,” kata Mancini.

Ternyata, berdasarkan kabar yang dilansir The Sun, bukan hanya Richards yang kesal dengan skema tiga bek. Beberapa pemain lainnya juga membicarakannya, tetapi tidak kepada media. Mereka melontarkan protes langsung kepada Mancini.

Pada sesi latihan City di Carrinton, tampak Mancini sempat bersitegang dengan beberapa pemain. Mereka berdebat soal skema yang diterapkan Mancini dan juga komentar Mancini yang justru menjadikan pemain sebagai kambing hitam.

“Tim sekuat apapun akan kalah suatu saat. Yang terpenting adalah Anda mengetahui apa kesalahan Anda dan bagaimana cara memperbaikinya,” jelas Mancini.

Terlepas dari kesalahan strategi, absennya beberapa pemain penting juga berpengaruh. Melawan Swansea, City juga masih akan kehilangan david Silva, Javi Garcia, Maicon, Jack Rodwell, dan yang terbaru Pablo Zabaleta. (sumber:jpnn)