BOGOR-Keberanian Menteri BUMN, Dahlan Iskan menolak permintaan upeti dari oknum anggota DPR mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Kota Bogor.

Rektor Universitas Pakuan (Unpak), Bibin Rubini mengacungi jempol atas sikap tegas mantan Dirut PT PLN itu.

“Ini terobosan baru dari pejabat negara. Dahlan mengawalinya dengan menentang oknum anggota DPR yang menjadikan BUMN sebagai “sapi perah”. Langkah itu harus kita dukung sama-sama,” ujarnya kepada Radar Bogor (Grup JPNN), kemarin.

Bibin mengatakan, apa yang dilakukan Dahlan seharusnya juga diikuti pejabat-pejabat lain, terutama bagi mereka yang sering dimintai upeti. “DPR bukan lembaga yang kebal terhadap apa pun. Jadi, sikap tegas ini menjadi semacam cambukan bagi wakil rakyat,” beber mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu.

Dahlan, sambung Bibin, tidak perlu takut dengan ancaman dan tekanan dari DPR. Sebab, banyak masyarakat Indonesia mendukung setiap langkah dia agar tetap berada di jalur yang benar. “Sudah jadi rahasia umum jika DPR merupakan sarangnya masalah. Mengapa harus ragu dan ditutupi hal seperti itu,” tandasnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Keluarga Muslim Bogor (KMB), Fahrudin Sukarno. Menurutnya, sikap Dahlan jelas menunjukkan seorang pemimpin tidak perlu takut terhadap apa pun. Apalagi, hal itu dialami sendiri oleh perusahaan BUMN yang berada di bawah tanggung jawabnya. “Kenapa harus takut mengungkap kebenaran” Dahlan bersikap seperti itu kan ada alasan dan maksud tujuannya,” katanya.

Fahrudin mengatakan, langkah Dahlan perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Jika nanti DPR memanggilnya dalam rapat kerja, alangkah baiknya bila kebobrokan (upeti) dibeberkan, agar oknum wakil rakyat bisa sadar diri. “Saya yakin tidak semua anggota DPR seperti itu. Mungkin hanya beberapa oknum saja,” tukasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik, Sofyan Sjaf mengatakan, langkah Dahlan untuk melarang pejabat BUMN memberikan upeti kepada oknum DPR patut diacungi jempol.

Menurut dia, segala aset yang dimiliki negara seyogyanya untuk kesejahteraan rakyat. Upaya inilah yang dilakukan Dahlan. “Asumsi Dahlan sudah benar bahwa selama ini BUMN adalah modus operandi pundi-pundi elit parpol yang harus diberangus,” tegas dosen IPB itu.

Sofyan menambahkan, jika DPR terus-terusan mengobok-obok BUMN dan menjegal Dahlan, maka sama halnya mereka menggali lubang sendiri ke Cipinang. “Perlu diingat Dahlan punya perhitungan untuk kedaulatan BUMN bagi rakyat, bukan sebagai sapi perahan elit. Dahlan adalah sosok tokoh di negeri ini yang bekerja dengan hati nurani dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.(sumber:jpnn)