PONTIANAK – Empat hari menjelang hari raya Idul Adha, harga bahan pokok di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Diperkirakan harga terus meningkat hingga sehari sebelum hari raya kurban tersebut.

Beberapa komoditi yang mulai mengalami kenaikan diantaranya ayam. Pada tiga hari lalu, harga ayam berkisar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu perkilogram. Tetapi sejak Selasa (23/10), harga ayam meningkat menjadi Rp20 ribu perkilogram.

Pedagang ayam di Pasar Flamboyan Pontianak mengatakan kenaikan harga ayam tersebut karena harga dari agen juga meningkat. ”Harga dari agen naik, kita terpaksa juga menaikkan harga,” katanya.

Jika permintaan banyak, ia memperkirakan harga ayam tersebut bisa terus meningkat hingga Rp25 ribu perkilogram. ”Biasanya dua hari sebelum hari raya naik lagi. Mungkin bisa menjadi Rp25 ribu perkilogram. Tetapi tergantung agen,” ujarnya.

Tak hanya ayam, harga beberapa jenis ikan juga meningkat. Salah satunya ikan kembung pisang. Pada pekan lalu, harganya masih Rp18 ribu perkilogram. Kemarin, harga ikan tersebut naik menjadi Rp25 ribu perkilogram. ”Harga ikan juga mahal. Ikan kembung pisang sampai Rp25 ribu perkilogram. Paling kurang Rp23 ribu perkilogram,” ujar warga yang berbelanja di Pasar Flamboyan, Nana, sambil menunjukkan belanjaannya.

Pedagang bahan pokok di Pasar Flamboyan yang minta disebut Koko mengatakan kenaikan harga terjadi pada telur. ”Sebelumnya masih Rp850 sampai Rp1.000 perbutir. Sekarang naik jadi Rp1.000 sampai 1.250. Tetapi naiknya tidak sebanyak ketika lebaran (Idulfitri),” kata Koko.

Sedangkan beberapa komiditi lainnya seperti bawang merah dan bawang putih, harganya secara umum masih tetap sama. ”Bawang putih masih berkisar Rp14 ribu sampai Rp15 ribu perkilogram,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak, Imran mengakui terjadinya terjadinya kenaikan harga menjelang Iduladha. Tetapi kenaikan harga tersebut tidak terlalu signifikan seperti saat Idulfitri. ”Dalam sepekan biasanya kami tiga kali turun ke lapangan (pasar). Menghadapi Iduladha memang ada barang naik, seperti daging saat ini mencapai Rp80 perkilogram. Untuk harga telur, kelihatannya masih normal,” ungkap Imran di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (23/10).

Imran menjelaskan kenaikan harga ini sesuai dengan mekanisme pasar. Jika permintaan banyak, harga pun meningkat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu konsumtif dan berbelanja sesuai keperluan. ”Belanja sesuai yang dikonsumsi. Pedagang juga kami harapkan tidak mengambil kesempatan dalam kondisi tertentu,” harap Imran. (sumber:jpnn)