PYONGYANG–Setelah beberapa kali tampil di depan publik, First Lady (ibu negara) Korut Ri Sol-ju secara tiba-tiba “menghilang”. Istri pemimpin tinggi Korut Kim Jong-un, 29, itu tidak pernah lagi muncul dalam berbagai acara yang dihadiri sang suami.

Sejumlah media di Korea Selatan (Korsel) menyebut bahwa perempuan berusia 20-an tahun tersebut tak muncul di depan umum lebih dari 40 hari. Sebagian kalangan lain malah memerkirakan lebih lama.

Padahal, pada Mei dan Juni lalu dia menjadi pemberitaan berbagai media internasional. Itu terkait dengan kehadiran perempuan berambut pendek tersebut bersama Kim Jong-un dalam berbagai acara. Saat itu dia selalu mendampingi putra mantan penguasa Korut, mendiang Kim Jong-il, dan cucu Kim Il-sung, pendiri negeri tetangga Korsel tersebut. Ri biasanya terlihat mendampingi sang suami di berbagai kesempatan. Misalnya, ketika mengunjungi satuan militer, peternakan, dan upacara resmi kenegaraan.

Jarangnya penampilan sang ibu negara itu memunculkan banyak spekulasi. Salah satunya menyebut bahwa mantan penyanyi tersebut kini berbadan dua alias hamil. “Karena sedang mengandung, dia tak ingin tampil di muka umum,” tulis Daily Mail kemarin (21/10).

Menurut Daily Mail, perempuan berparas cantik tersebut tidak mendampingi Jong-un kala menikmati roller coaster saat pembukaan resor rakyat Reungra di Pyongyang pada Juli lalu.

Media online koreanbang.com melaporkan bahwa dalam kunjungan terakhir saat menyerahkan hadiah kepada para penyewa apartemen yang baru direnovasi di Pyongyang, Ri terlihat sedang mencuci sebuah gelas di dapur. Saat itu perutnya tampak membesar.

Perempuan yang dinikahi Jong-un pada 2009 tersebut memiliki seorang anak. Bayi yang dilahirkan pada 2010 itu tak diungkapkan jenis kelaminnya. Jika kabar kehamilan tersebut benar, ini merupakan anak keduanya.

Spekulasi lainnya menyebut bahwa Ri sudah mulai tidak disukai para petinggi Partai Komunis Korut. Hal itu terjadi setelah dalam beberapa foto terakhirnya Ri terlihat tidak mengenakan pin resmi yang harus dipakai setiap orang dewasa di Korut. Pin itu bergambar Kim Il-sung. Sejumlah laporan menyatakan bahwa Ri yang suka tampil modis itu malah mengenakan bros bunga dan mengenakan pin merah berbentuk bendera.

Namun, para pengamat justru menyalahkan protokoler istana yang lupa mengingatkan Ri hingga tidak memakai pin tersebut. Surat kabar The Telegraph menyatakan bahwa Ri juga dilaporkan mendapat penolakan dari partai yang berkuasa di Korut karena seringkali tampil di depan publik tanpa mengenakan pakaian tradisional perempuan negerinya. Dia juga dikritik keras karena gaya rambut dan pakaiannya ala Barat dalam beberapa kali penampilannya di depan publik bersama Jong-un. (sumber:jpnn)