POSO – Teror dan provokasi oleh orang tak bertanggung jawab terus berlangsung di Poso. Sebelum terjadi dua ledakan bom di Pos Jaga Polantas di bundaran SMA Kristen (SMAKER) pada pukul 06.05 dan 06.20 Wita,  upaya pembakaran sebuah gereja Pantekosta Jemaat Tiberias kelurahan Madale terjadi pada pukul 01.30 Senin (22/10) dinihari.

Ini merupakan terror sekaligus provokasi pertama di sebuah rumah ibadah. Untung, upaya pembakaran terhadap gereja di kelurahan paling ujung d0 iwilayah kecamatan Poso Kota Utara ini bisa digagalkan warga. Meski tak sempat melihat pelaku pembakaran, namun api yang mulai menyulut bagian dapur rumah pastor yang bangunannya bergandengan langsung dengan gereja bisa dipadamkan masyarakat dengan cara manual.

“Di dalam rumah ada pak pendeta. Tapi tidak tahu karena sedang tidur lelap. Tiba-tiba dia terbangun karena rumah dan gereja berubah terang dengan cahaya bakaran api di bagian dapur rumah,” cerita warga di TKP.

Kepastian upaya pembakaran gereja oleh orang tak dikenal di kelurahan Madale dibenarkan Kapolres AKBP  Eko Santoso. “Benar. Gereja di sana mau dibakar. Tapi syukur bisa digagalkan dan akhirnya selamat dari usaha pembakaran,” terangnya dilokasi TKP bom Pos Polantas bundaran SMAKER.

Bukti upaya pembakaran dilihat dengan adanya tumpahan minyak tanah di lantai bagian dapur rumah gejeja. Upaya pembakaran gereja dilakukan dengan menyulutkan api di celengan jemaat gereja yang dicampur dengan bahan (kayu) lain.

Sama dengan kasus peledakan bom di pos jaga Polantas, Kapolres Poso juga menduga bahwa pelaku upaya pembakaran gereja di Madale juga dilakukan oleh bagian dari kelompok terduga pelaku pembunuhan Bripka Sudirman dan Brigadir Andi Sappa. “Pelakunya orang lain, tapi masih terkait dengan kelompok pembunuhan polisi di Tamanjeka,” sebutnya.

Diduga Kapolres pula, upaya pembakaran gereja sengaja dilakukan sebagai upaya pengalihan issue dan kosentrasi aparat gabunga TNI/Polri yang sudah berencana akan melakukan penyergapan kelompok terduga pembunuhan dua polisi di pegunungan amanjeka pada Senin (22/10). (jpnn)