SAMARINDA – Sikap Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subekti yang membuka diri untuk dicalonkan sebagai gubernur pada Pilkada Kaltim 2013, direspons positif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kedua partai ini menegaskan, terbuka peluang bagi Subekti untuk bekerja sama dengan mereka, sepanjang bisa mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, kesediaan Subekti dianggap ikut memecahkan kebuntuan tentang siapa yang akan maju sebagai calon gubernur. Sebab sejauh ini, yang sudah jelas akan bertarung barulah Awang Faroek Ishak, gubernur petahana yang berpasangan dengan Mukmin Faisjal, ketua DPRD Kaltim.

Sebagaimana diberitakan kemarin, sinyal kesediaan Subekti disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang dipimpin Marthin Billa, Rabu (17/10). Pengurus PDKT dan sejumlah tokoh Dayak meminta Subekti bersedia menjadi calon gubernur, karena dianggap sebagai figur yang pas memimpin pembangunan di Kaltim. Terutama untuk memerhatikan pembangunan perbatasan dan pedalaman. “Saya sependapat, itu memang ikut memecahkan kebuntuan,” ujar Ketua DPP PKS yang juga Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadi Mulyadi.

Menurut Hadi, setelah Subekti membuka diri, peluang untuk saling menjajaki menjadi terbuka. Ia menyebutkan, yang diperlukan saat ini adalah upaya memperkenalkan Subekti lebih banyak kepada publik. Mengingat jenderal berbintang dua yang dikenal sebagai jenderal intelek dengan 4 gelar nonmiliter itu,  baru 8 bulan bertugas di Kaltim.  Hadi menegaskan, kalau Subekti bisa menggandeng partai tertentu di luar PKS, pihaknya siap menjajaki kerja sama.

Hadi membenarkan, meski internal PKS sudah menyebut dirinya sebagai bakal calon gubernur, tetapi itu bukan harga mati. “Bisa saja kami menjadi wagub, tentu dengan negosiasi tertentu. Misalnya soal fungsi dan peran kalau  terpilih,” ujar Hadi.

Sementara itu Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yaqub menyebutkan, kesediaan Subekti cukup menarik. Meski selama ini sudah beredar kabar ada pihak yang meminatinya, baru PDKT yang dengan tegas memintanya bersedia jadi calon gubernur.  Dalam catatan harian ini, baru Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebutkan melirik Subekti sebagai bakal calon yang patut dipertimbangkan bersama 8 nama lainnya.

“PDKT sudah menemui beliau, ini bisa menjadi awal yang baik agar kesediaan Pak Subekti lebih terbuka. Untuk figur seperti beliau yang belum lama di Kaltim, pengenalan lebih awal  oleh publik memang sangat diperlukan,” tegasnya.

Rusman mengakui, pihaknya memang belum pernah secara khusus menaruh atensi terhadap Subekti, terutama setelah PAN menunjukkan hasrat meminang Subekti. “Jadi saat ini, kami pun menunggu perkembangan beliau dengan PAN,” ujarnya.

Hadi dan Rusman senada menyebutkan, dalam politik, segala kemungkinan bisa dijajaki. Termasuk, partai yang menggandeng calon tertentu menjadi calon gubernur, tak harus menyorong kader partai itu sebagai calon wagub. (jpnn)