JAKARTA – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyesalkan tindak pidana yang dilakukan oknum TNI AU terhadap wartawan. Menurutnya, tugas jurnalistik seorang wartawan dilindungi Undang-undang.

https://i2.wp.com/l.yimg.com/bt/api/res/1.2/EODd92Pot3tfCkuUnDDEog--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNzA7cT04NTt3PTQzNg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/Wartawan-Riau-Pos-Bergelut-dengan-Oknum-TNI-AU-Pekanbaru.jpg

“Pelaku pemukulan harusnya segera diproses dan di pidanakan,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan pers, Rabu (17/10/2012).

Politisi PDIP itu mengatakan dalam   regulasi kecelakaan pesawat-pesawat tempur dimanapun di dunia memang ada aturan bahwa dalam radius tertentu demi keselamatan publik  tidak diperbolehkan mendekat pada sasaran . Mengingat, TB melanjutkan, bisa saja pesawat tersebut membawa bahan peledak yang berbahaya untuk umum .

“Tapi wartawanpun berkepentingan dalam melaksanakan  tugasnya , dalam kasus ini  seharusnya petugas TNI AU cukup membuat garis pembatas , dan tak perlu melakukan pemukulan atau pencekikan thd wartawan tersebut,” katanya.

Seperti  diberitakan sebelumnya  , fotografer Riau Pos Didik bergelut dengan Anggota TNI AU saat  hendak menggambil gambar di lokasi jatuhnya pesawat TNI AU, Selasa  (16/10/2012).