Meski berhubungan seksual adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung.

https://i2.wp.com/assets.kompas.com/data/photo/2011/11/21/1528103p.jpg

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association para peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, menyimpulkan bahwa olahraga dan hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak, meski risikonya kecil.

Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan seks, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu.

Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali. Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak.

Kendati risikonya disebut 2,7 kali, tetapi sebenarnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak saat sedang berhubungan seks sangat kecil, terutama jika kegiatan intim itu dilakukan dengan pasangan yang terikat.

Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat bercinta juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang bercinta.

Lantas, haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan seks? Menurut Dr.Michael Lim dari Heart, Stroke & Cancer Center, tahan gairah seks Anda jika mengalami napas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada.

“Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan seks, berhentilah,” katanya.

Ia mengatakan pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung (heart rate) mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan seks, bahkan tanpa obat.

“Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika bercinta,” katanya.

Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya.

Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin atau isosorbid bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastis.

 

sumber : kompas.com