Kuta – Aparat Kepolisian Daerah Bali menerapkan sistem pengamanan berlapis di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Kabupaten Badung, pada saat upacara peringatan tragedi Bom Bali I yang dipimpin Perdana Menteri Australia Julia Eileen Gillard, Jumat pagi.

https://i1.wp.com/img.antaranews.com/new/2012/07/ori/2012070435.jpg

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali, Brigadir Jenderal Ketut Untung Yoga Ana menyatakan bahwa pengamanan akan dilakukan dengan ketat untuk mencegah adanya aksi yang tidak diinginkan pada peringatan tragedi kemanusiaan tu.

“Kita sudah lakukan rapat koordinasi, dalam pengamanan ada empat hal yang akan kita pilah yakni orang yang harus kita amankan, tempat, barang bawaan, dan aktivitas kegiatan,” katanya.

Menurut dia, pengamanan dilakukan secara maksimal dengan dilengkapi peralatan deteksi dan anjing pelacak untuk mendeteksi senjata api atau bahan peledek.

Pengamanan dari aparat kepolisian dilakukan mulai pintu gerbang utama GWK dengan oleh Brimob Polda Bali dan anggota TNI.

Satu-persatu barang bawaan pengunjung termasuk awak media yang akan meliput juga tidak lepas dari pemeriksaan.

Memasuki kawasan halaman utama, dua “security gate” dilengkapi dengan X-ray ditempatkan untuk memeriksa satu persatu barang bawaan awak media.

Polisi bersenjata laras panjang memeriksa setiap barang bawaan secara manual sebelum dipindai dengan X-ray.

Personel polisi wanita juga disiagakan khusus untuk memeriksa tamu undangan, awak media wanita, dan pengunjung.

Pemeriksaan ketiga juga dilakukan di Lotus Pond sebagai tempat utama pelaksanaan upacara peringatan tragedi Bom Bali I.

Meskipun pemeriksaan ketat, namun sejumlah media memaklumi hal itu.

“Pemeriksaan memang ketat tetapi itu biasa saja, sudah merupakan prosedur,” kata Ketut Efrata, salah seorang awak media lokal.

Sebelumnya Kedutaan Besar Australia selaku panitia penyelenggara meminta media untuk datang tepat waktu sebelum pintu masuk ditutup pukul 06.30 Wita. (ANTARA News)