JAKARTA – Putri Indonesia Lingkungan 2011 Liza Elly tengah berada di Okinawa, Jepang, mengikuti Miss International 2012. Sebelum berangkat, dia mengucap janji. Liza akan berusaha mempersembahkan penampilan sebaik mungkin. Dia pun membuktikan ucapannya.

Pada hari kelima karantina, perempuan yang dulu menjadi finalis Puteri Indonesia 2011 dari Jawa Timur itu berhasil menarik perhatian melalui kostum kuda lumping saat parade National Costume. Acara tersebut dihelat di Kokusai Avenue, Palette Square, Okinawa, pada Sabtu (6/10). Sebanyak 69 kontestan dari berbagai negara berlomba menunjukkan ciri dan gambaran negaranya masing-masing melalui kostum yang dikenakan.

Liza memakai kostum Kuda Lumping yang didesain Solo Batik Carnival. Kostum dengan warna emas yang dipadu kain batik itu terlihat eye catching. Hasilnya memuaskan. Liza dipilih menjadi nomor satu oleh http://www.missosology.org, sebuah situs yang khusus menganalisis kontes-kontes kecantikan di dunia. Editor situs tersebut mendata penampilan 15 terbaik national costume. Dan, kuda lumping Liza menjadi pilihan pertama.

”Selain desain yang terlihat luar biasa, kostum tersebut juga detail. Penekanan secara rinci itu seperti menggambarkan antara budaya dan kekayaan eksotis Indonesia. Pilihan warnanya juga tidak membuat kostum dan pemakainya terlihat berlebihan,” puji situs tersebut.

Pujian itu tentu membuat pacar Nicky Tirta tersebut senang. ”Senang sekali rasanya pakai kostum ini di parade. Banyak masyarakat yang mengatakan kostum ini menarik,” komentar Liza kepada Jawa Pos kemarin (9/10). Setelah melakukan parade, esoknya (7/10) para kontestan diajak menyaksikan festival bernama Worldwide Eisa Festival di Okinawa Celluar Stadium Naha dan Naha Great Tug of War Festival di Kumoji Crossing.

Ada dua macam tradisi Okinawa yang disuguhkan dalam festival tersebut. Yang pertama, tarian tradisional eisa. Gerakan tarian itu banyak mengambil dari gerakan seni bela diri karate. ”Lalu, digabungkan dengan alat musik tabuh Jepang bernama Taiko,” jelas Liza.

Sementara itu, di Naha Great Tug of War Festival kontestan diajak melihat festival tarik tambang. Itu merupakan acara tahunan sebagai ucapan rasa syukur atas panen yang melimpah sekaligus doa meminta hujan. Festival tarik tambang tersebut pernah masuk Guinnes Book of World Record  karena ukuran tambang yang raksasa.

”Membutuhkan sekitar 15.000 orang untuk menariknya. Panjang tali tersebut berkisar 200 m dan beratnya 40 ton. Saya kagum pada masyarakat Jepang. Sebab, mereka masih memegang teguh kebudayaan leluhur. Hal itu patut dicontoh,” terang dia.

Mengikuti ajang tersebut di Okinawa, Liza memang banyak mendapat pelajaran mengenai kebudayaan setempat. Perempuan hitam manis itu juga berkesempatan memakai Yukata, pakaian tradisional Jepang.

Masih ada sepuluh hari lagi masa karantina yang harus dilalui Liza. Grand final baru akan digelar pada 21 Oktober mendatang di Okinawa Prefectural Budokan, Onoyama Park. Menghadapi hari puncak itu, selain persiapan mental, Liza telah menyiapkan baju-baju rancangan desainer lokal yang menawan seperti Albert Yanuar dan Intan Avantie. Tak lupa, dia berdoa semoga bisa masuk, setidaknya sepuluh besar. ”Bantu doa juga ya,” tutur Liza.