JAKARTA – PT Krakatau Steel (KS) (Persero) Tbk memulai konstruksi pembangunan dermaga 6 sepanjang 600 meter di Kawasan Industri KS-Posco, Cigading, Cilegon, Banten, Selasa (9/10). Dermaga curah sepanjang 600 meter yang menelan biaya Rp 736 miliar itu didesain untuk melayani kapal dengan kapasitas 200 ribu ton.

Pembangunan dermaga yang dapat melayani kapal bertonase besar ini guna mengantisipasi peningkatan arus barang yang diproyeksikan akan meningkat tajam setelah PT KS Posco beroperasi. Saat ini kapasitas bongkar muat pelabuhan mencapai 10 juta ton per tahun, dan kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 25 juta ton per tahun dengan kunjungan kapal hingga 4 ribu unit per tahunnya.’’Dermaga 6 nantinya dapat melayani kapal-kapal PT Krakatau Steel maupun PT Krakatau Posco sampai dengan kapasitas 200.000 DWT,” kata Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Irvan Kamal Hakim.

Pembangunan dermaga 6 ini dipercayakan kepada PT Krakatau Bandar Samudera, anak usaha PT Krakatau Steel yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Tahap pertama, dermaga dibangun sepanjang 320 meter dan ditargetkan selesai lebih cepat dua bulan dari jadwal semula, 6 Februari 2014. ”Kira-kira Desember 2013 sudah bisa beroperasi,” kata Irvan.

PT Krakatau Steel memang telah memprogramkan pengembangan Pelabuhan Cigading dengan membangun dermaga baru dan memperbaiki infrastruktur penunjang lainnya. Total proyek ini menelan dana sekitar Rp 1,1 triliun. Investasi untuk pembangunan dermaga baru mencapai Rp 736 miliar, sedangkan sisanya untuk perbaikan fasilitas lain.

Irvan menjelaskan, ekspansi pelabuhan dilakukan untuk mendukung megaproyek Krakatau Steel Group dan Krakatau Steel Posco. Adapun pendanaan ekspansi pelabuhan bersumber dari pinjaman bank sebesar 70 persen dan sisanya dari kas internal.

KS dan Posco membentuk perusahaan patungan bernama PT Krakatau Posco dengan porsi saham masing-masing 30 persen dan 70 persen. Nilai ekuitas KS di perusahaan itu sekitar USD 279 juta. Krakatau Posco akan membangun pabrik baja terpadu dengan sistem blast furnace berkapasitas 6 juta ton setahun.

Pembangunan pabrik dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap I, kapasitas pabrik mencapai 3 juta ton setahun dengan investasi Rp 27 triliun. Sedangkan pada tahap II, kapasitas pabrik mencapai 3 juta ton setahun dengan investasi Rp 34 triliun. Pabrik ini diharapkan bisa selesai dan mulai berproduksi pada akhir 2013.