Harapan terjadinya rekonsiliasi di tubuh sepak bola Indonesia menjadi semakin suram. Itu setelah PSSI berencana melaporkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh kubu Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) ke FIFA dan Taskforce AFC.

Ketua umum PSSI Djohar Arifin menegaskan bahwa pihaknya siap untuk meninjau ulang kelanjutan MoU antara PSSI-KPSI dan ISL. Salah satu penyebabnya adalah pertandingan Timnas KPSI yang digelar Sabtu (6/10) lalu di Malang dianggap sangat fatal karena menggunakan nama Timnas.

“Menamakan tim dengan Tim Nasional (Timnas) itu sudah tidak sesuai MoU. Karena PSSI lah federasi yang sah,” katanya dalam sesi jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, kemarin (8/10).

Atas dasar itulah, pihaknya akan melaporkan bahwa pihak KPSI yang sengaja tidak mau terjadi rekonsiliasi. Alasannya, keputusan MoU dalam penafsiran PSSI sudah dilanggar.

Untuk memperkuat laporannya, PSSI juga akan menyertakan bukti lain bahwa sudah terjadi pelanggaran dari KPSI. Yakni, tentang penggunaan kop surat berlogo PSSI dan undangan pemanggilan timnas dari pihak KPSI yang jelas-jelas dianggap mencederai hasil pertemuan JC.

“PSSI tidak pernah merasa mengeluarkan surat pemberitahuan kongres PSSI pada 10 November. Padahal kongres kan belum dilakukan,” terang Sekjen PSSI Halim Mahfudz.

Bahkan, terkait pelanggaran administratif itu, PSSI bersiap untuk membawanya ke ranah hukum. Induk sepak bola tanah air tersebut, saat ini masih melakukan kajian terkait adanya pelanggaran secara hukum dari surat-surat KPSI.

“Dalam sehari ini kami masih mengkaji. Jika ada kesalahan dan diperlukan, maka kami membawanya ke ranah hukum,” tuturnya.

Selain melapor keapda task force AFC dan FIFA, Halim juga menyebut akan mengirimkan secara resmi kepada negara anggota sepak bola ASEAN, AFF, terkait adanya pelanggaran-pelanggaran menyangkut Timnas.

Sementara itu, kubu KPSI saat dikonfirmasi masih belum ada jawaban. Ketua PSSI hasil KLB KPSI-PSSI La Nyalla Mattalitti juga belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan terkait pernyataan PSSI ini.

Namun, sebelumnya KPSI dan ISL sudah menegaskan bahwa permasalahan timnas tak akan usai jika PSSI masih bersikeras tak membicarakannya di tingkat joint committee (JC). Alasannya, JC sudah diputuskan oleh AFC sebagai forum untuk melakukan harmonisasi yang ada terkait masalah dalam pemanggilan pemain timnas.

“Jika terjadi dispute, maka harus dibicrakan dan dibawa dalam forum JC. Tidak diputuskan dan dilakukan pemanggilan secara sepihak oleh PSSI,” tandasnya. (aam)