Kairo – Kecelakaan maut terjadi di Semenanjung Sinai tengah yang berbatasan dengan Israel pada Senin, yang merenggut 22 tentara Mesir dan 28 lainnya luka-luka.

Juru Bicara Presiden Mesir, Yasser Ali, mengatakan Presiden Mohamed Moursi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan Menteri Pertahanan Jenderal Abdel Fatah Al Sisi untuk mengambil tindakan evakuasi.

Tiga helikopter militer dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Kepala Keamanan Sinai Utara Jenderal Ahmed Bakr menjelaskan, kecelakaan hebat itu terjadi akibat roda kendaraan yang mereka tumpangi pecah sehingga sopir tidak dapat mengendalikannya dan terbalik.

Ia membantah dugaan bahwa kecelakaan itu akibat serangan teroris yang sedang marak di kawasan Semananjung Sinai belakangan ini.

“Ini adalah murni kecelakaan dan bukan serangan teroris,” katanya.

Kawasan Sinai yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza, Palestina, merupakan kawasan Operasi Militer yang diberlakukan sejak Agustus lalu atas instruksi Presiden Moursi.

Istruksi Presiden untuk Operasi Militer di Semenanjung Sinai itu diambil menyusul penembakan oleh kelompok garis keras terhadap aparat keamanan pada Agustus lalu yang menewaskan 17 tentara Mesir penjaga perbatasan.

Mesir juga mengerahkan senjata berat berupa tank-tank tempur ke kawasan itu yang menimbulkan protes Israel karena dianggapnya pelanggaran atas Perjanjian Perdamaian Camp David yang ditandatangani Mesir-Israel.

Israel belakangan ini juga menuduh kelompok teroris menembakkan roket dari kawasan Semenanjung Sinai di Mesir ke Israel, namun Mesir membantah tudingan Israel tersebut.