Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu perdagangan (21-28 September 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah tipis. Tercatat bahwa pergerakan rupiah mengalami kondisi yang berfluktuasi sepanjang minggu ini. Beberapa sentimen tampak saling tarik-menarik.

Selama Sepekan Rupiah Melemah Tipis

Dari luar negeri sentimen menguat terjadi setelah Spanyol menyatakan komitmennya untuk menjalankan program pengetatan anggaran guna memastikan kelanjutan program penyelamatan kawasan euro. Sementara itu dari Cina juga ada sentimen positif. Bank sentral Cina dan pemerintah telah berkomitmen untuk menyelenggarakan program stimulus untuk menggenjot ekonominya.

Sementara itu dari dalam negeri sentimen melemah masih tampak kuat. Dalam jangka panjang pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen dari Eropa dan kinerja neraca perdagangan Indonesia yang sedang berjalan. Nilai tukar uang rupiah di pasar uang antarbank Jakarta Jumat sore bergerak menguat sebesar 30 poin menjadi 9.550 per dolar AS, setelah pada hari sebelumnya ditutup pada 9.580 per dolar AS. Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melema, meskipun terbatas saja.

Rupiah tampak mengalami penurunan tipis sebesar 5 poin dari penutupan perdagangan minggu lalu yang ada di level Rp9545 per dolar. Untuk satu minggu ke depan (21-28 September 2012) pergerakan rupiah berpotensi untuk mengalami kenaikan terbatas, atau flat. Sentimen di kalangan investor tampak makin membaik terhadap penanganan krisis Eropa. Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.300 – 9.600-an. (http://www.vibiznews.com/ARI)