New York: Giliran para pemimpin dunia muslim memprotes munculnya film Innocence of Muslims. Media Reuters mewartakan, Sabtu (29/9), di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), mereka mengatakan, negara-negara barat bersembunyi dalam peraturan kebebasan berbicara sehingga menimbulkan insiden itu.

Pemimpin Dunia Muslim Protes Film Anti-Nabi di PBB

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, sudah waktunya untuk mengakhiri penghinaan terhadap agama Islam dalam hukum kebebasan berbicara. “Sayangnya, Islamophobia juga menjadi bentuk baru rasisme. Ini tidak bisa lagi ditoleransi dengan kedok kebebasan berekspresi. Kebebasan tidak berarti anarki,” kata Ahmet di hadapan Majelis Umum PBB.

Presiden baru terpilih Mesir Mohamed Mursi juga menyuarakan hal serupa. “Mesir menghormati kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi tidak digunakan untuk menghasut atau mengungkapkan secara radikal kebencian terhadap siapa pun,” katanya.

Meski bukan negara Islam, Indonesia juga prihatin atas munculnya film Innocence of Muslims. Wajar saja, mayoritas warga Indonesia beragam Islam. Karena itu, Indonesia mengambil inisiatif menyusun sebuah instrumen tentang antipenistaan agama yang akan berlaku secara internasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengirim surat resmi kepada Sekjen PBB mengenai masalah itu.(Times of India/ADO)