Wali Band terkejut dengan tudingan telah menjiplak lagu musisi Kamboja berjudul “Chob Paroy”. Mereka pun ingin bertemu dengan musisi Kamboja tersebut.

Jiplak Lagu, Wali Ingin Bertemu Musisi Kamboja

“Kami sangat ingin bertemu langsung dengan mereka. Sekarang masih kami rencanakan,” kata Faank di Jakarta.

Menurut vokalis Wali Band itu, lagu yang 99 persen sama itu kini sedang hit di Kamboja. Perbedaannya hanya 1 persen pada liriknya. Mereka sudah menelusuri lagu tersebut dan melihat videonya di YouTube. “Tobat Maksiat” (Tomat) merupakan lagu yang dituding menjiplak.

Menurut grup asal Blora Jawa Tengah, bukan mereka yang menjiplak melainkan musisi Kamboja. “Dia memposting lagu itu ke YouTube 2010, sedangkan album religi 2009. Kalau kita disangka menjiplak, silakan saja buktikan,” tegasnya.

Wali Band menegaskan, lagu “Tobat Maksiat” 100 persen merupakan ciptaan Wali Band, baik aransemen maupun liriknya. “Itu seratus persen ciptaan kami. Itu lagu kami 100 persen, itu aransemen kami,” ujarnya.

Meski dituding menjiplak, Wali Band tidak ingin ambil pusing. Mereka lebih memilih santai dalam menanggapinya. “Kalau kita dituduh mah ketawa-tawa aja. Kalau mau jiplak ya jangan semuanya. Itu mengambil karakter kita semua, sampai nyanyinya juga,” jelasnya.

Wali juga tidak ingin terpengaruh dengan tudingan itu. Mereka akan tetap bekerja semaksimal mungkin dalam berkarya. “Kami tidak boleh terpengaruh sama isu ini. Kami harus terus menghibur masyarakat Indonesia. Kami tidak pernah takut apa yang telah kami lakukan,” pungkasnya.(VNT/MEL)

 

sumber : liputan6.com