Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda memperingatkan China, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Minggu malam, bahwa sikap tangguh dan tanpa kompromi yang diambil dalam sengketa wilayah dengan Jepang bisa melemahkan perekonomian China.

PM Jepang: Sikap Keras China Dapat Lemahkan Perekonomian

“China harus berkembang melalui berbagai investasi asing yang diterima,” kata Noda kepada The Wall Street Journal.

“Saya berharap untuk pemahaman yang berkepala dingin dan rasional bahwa apa pun untuk mencegah itu adalah merugikan dirinya sendiri,” tambahnya.

Unjuk rasa berlangsung karena sengketa di pulau Senkaku yang dikontrol Tokyo di Timur Laut China, yang diklaim oleh Beijing di bawah nama Diaoyu.

Pada Minggu, China menunda upacara menandai ulang tahun ke 40 pembentukan hubungan diplomatik dengan Jepang karena sengketa adanya wilayah itu.

Sementara itu, sebagai ketegangan semakin memuncak, ketika dua kapal China memasuki perairan sekitar pulau yang dikelola Jepang, penjaga pantai Jepang mengatakan,

Dalam wawancara Noda menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang kini menghadapi bentuk pelecehan ekonomi di China.

“Penundaan terbaru dalam penerbitan adat dan visa menjadi perhatian,” katanya. “Merusak hubungan kami atas hal-hal tersebut akan berdampak buruk bagi bukan hanya ekonomi kedua negara ‘, tetapi bagi perekonomian global.” (yg/ml)