Ledakan bom mobil mengguncang wilayah selatan Thailand Jumat (21/9). Sedikitnya enam orang tewas dan sekitar 44 lainnya terluka dalam serangan mematikan di pusat bisnis Distrik Sai Buri, Provinsi Pattani, tersebut. Ledakan itu menjadi bukti dari ancaman yang beredar di kalangan pedagang dua pekan terakhir.

“Sebelum meledakkan bom yang mereka sembunyikan di mobil, para pelaku melepaskan tembakan di sebuah toko emas,” kata Kolonel Asis U-mayee, polisi setempat.

Untung, berondongan peluru di toko emas itu tidak sampai memakan korban jiwa. Begitu polisi berdatangan karena mendengar tembakan, para pelaku kabur dan kemudian meledakkan bom di dalam kaleng gas.

Ledakan tersebut merenggut empat nyawa warga sipil, seorang sukarelawan patroli perbatasan, dan seorang pejabat setempat. “Sebanyak 12 polisi terluka,” imbuh Asis. Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut menghanguskan bangunan di sentra bisnis itu. Polisi pun mengerahkan tim khusus untuk mengejar para pelaku dan melakukan penyelidikan.

Berdasar hasil investigasi awal, pikap yang menjadi tempat untuk menyembunyikan bom kemarin adalah curian. Pemilik truk kecil itu melaporkan kehilangan kendaraannya pada 7 September lalu. Pada hari yang sama, terjadi serangan maut di wilayah selatan Thailand yang menewaskan tiga perempuan. Polisi yakin, dua kejadian itu berkaitan dengan ledakan kemarin.

Sekitar dua pekan sebelumnya, para pedagang di sentra bisnis Sai Buri menerima semacam surat edaran yang berisi ancaman. Penulis edaran memerintahkan para pedagang untuk meliburkan diri tiap Jumat. Namun, para pedagang mengabaikan perintah tersebut. Diduga, pelaku serangan dan penyebar edaran ancaman itu adalah militan radikal yang sejak lama beroperasi di Thailand Selatan. (AFP/AP/hep/c13/ami)