Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan mata dunia saat ini sedang tertuju kepada APEC sebagai mesin pertumbuhan global sebab kawasan Asia Pasifik telah menunjukkan daya tahannya terhadap krisis keuangan.

Compact_apec_rusia1

Kendati didera ketidakpastian yang disebabkan krisis 1998, kawasan Asia Pasifik telah mengungguli kawasan lainnya di dunia.

Dalam kaitannya dengan purchasing power parity, PDB APEC per kapita telah meningkat dari US$6.719 pada 1992 menjadi US$15.889 pada 2011. Pertumbuhan ini, sambung SBY, lebih tinggi dari PDB negara non-APEC dan rata-rata PDB per kapita dunia.

Kendati demikian, SBY mengingatkan, kawasan APEC seharusnya tidak terlena dengan kekuatan daya tahan tersebut.

“Ada tanda-tanda peringatan ke depannya. Ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga pangan, dan ketidakamanan pasokan energi,” ujar SBY saat menyampaikan keynote speech di hadapan para CEO kawasan Asia Pasifik, Sabtu (8/9).

Tema pidato SBY adalah Ketahanan Asia Pasifik: Mesin Pertumbuhan Global. APEC, lanjut Presiden, harus memperkuat visi dan kerja sama untuk menghadapi ancaman tersebut.