Pekanbaru – Upacara pembukaan PON XVIII akan berlangsung 11 September dan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru akan menampilkan suguhan bertajuk “Dalam Kasih Sayang Air”.

Tarian yang akan dilakoni oleh sekitar 1.700 orang itu, yang melibatkan mulai dari anak-anak sampai mahasiswa itu merupakan elaborasi seni tradisional Melayu Riau yang akan mengisahkan “asal mula” daerah tersebut.

Simbolisnya adalah, setitik air lantas menjadi sungai dan mengalir ke laut. Lantas dari sana muara sungai bertemu laut yang menampilkan menjadi Bono, sebuah gelombang air sungai dan laut yang menjadi ciri khas yang hanya ada di Bumi Lancang Kuning di Kecamatan Kuala Kampar, Riau.

“Kita ambil judul itu, karena air merupakan dari sekian banyak sumber kehidupan. Kita lebih bicara alam, karena kita ingin tampil dengan pesan moral, bukan pada kesan spektakuler yang kadang tidak makna ada akal budi pekerti,” kata Alazar, tokoh budaya Melayu sekaligus sebagai sutradara dalam penampilan koreografi anak-anak melayu itu.

Pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung selama 25 menit ini, kata Alazar, memang benar-benar mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam. Semua yang ditampilkan itu manispestasi dari respon orang melayu, terhadap, kenyataan air, di Riau ini.

“Nanti akan ada tampilan akuistik animasi bentukan sungai, setetes air sungai, lautan, terakhir kontribusi Bono,” kata Alazar.

Penampilan setitik air menjasi sungai dan bermuara ke luat menjadi Bono akan tampil dengan kreasi teknologi 3G. Para penari dibantu alat proyektor akan memperlihatkkan bagaimana gelombang Bono yang sangat menarik.

“Fenomen pasang laut arus muara, akan menampilkan animasi 3G dengan proyektor yang kemudian pada gelombang Bono kolaborasi animasi konfigurasi terbuat dari penari. Kita mencoba menggarap pertunjukan semaksimal teknologi dan tradisional,” kata Alazar.

Musik yang akan ditampilkan, kata Alazar, murni dari rekaman okestra dengan alat tradisonal. Hanya saja saat pembukaan PON, musik dan suara-suaranya tidak live melainkan sudah lebih dulu direkam.

Selain Alazar sebagai sutradara, upacara pembukaan ini juga melibatkan budayawan Taufik Ikram Jamil sebagai pembuat skenario. Koreografi dipimpin oleh Iwan Irawan, komposisi musik oleh Rino dan Juharman, tata animasi oleh Pradonggo dari PT. Chevron.

Selain tarian dari daerah tuan rumah, kabarnya juga akan ditampilkan pula sejumlah tarian dari daerah lain termasuk DKI Jakarta.