Saya baru tau ada ilmu yang mempelajari sifat orang hanya dari goresan tangannya, namanya grafologi (graf=goresan; logos=ilmu). Awalnya, sebelum berangkat ke kantor seperti biasanya saya selalu menonton acara AKI di televisi. Kebetulan pembahasannya seputar pengungkapan kasus kejahatan dengan barang bukti berupa pesan yang ditinggalkan korban dalam bentuk goresan atau tulisan tertentu. (wah mirip cerita detektif..)

hmm.. kira-kira isi tayangannya begini..

Saat itu pihak televisi menghadirkan seorang Bapak ahli grafologi. Menurut berita, bapak ini sudah sering diminta kepolisian untuk membongkar kasus-kasus kejahatan lewat ilmunya. Awalnya pembahasannya agak konyol, mirip program ramal nasib atau kontak jodoh yang terkesan dibuat-buat (semua orang bisa nipu..). Pada saat itu, narasumber menampilkan 12 contoh tulisan yang berbeda yang kemudian dibahas satu per satu. Namun saya merasa ini buang-buang waktu, bisa saja bapak ini menuliskan 12 tulisan ini sendiri atau dia meminta anak, istri atau anak buahnya untuk menulis kemudian dia sudah merencanakan hasil pembahasannya. Ya jelas saja dia tau sifat orang terdekatnya.

Entah sejalan dengan pikiran saya atau berniat jahil, 2 orang presenter wanita yang membawakan acara tersebut mencoba mengambil contoh tulisan lain secara spontan dan kemudian meminta bapak ini menerka sifat orang tersebut. Dengan santai Bapak ini mencoba menjelaskan kepribadian orang yang memiliki tulisan tersebut mengapa dia menulis tulisan tersebut. Paparannya masih standar, hanya membahas orang ini tinggi, menulisnya dengan terburu-buru atau berpropesi sebagai kameramen. Jiah.. ~_~ ya iya lah.. jelas dibelakang kamera orangnya..

Tapi berikutnya, salah seorang presenter wanita menuliskan namanya di selembar kertas (seorang lainnya masih enggan, mungkin merasa konyol atau malu). Setelah itu Bapak ini langsung beraksi dengan memuji-muji tulisan wanita ini. Dia berkata wanita ini sosok yang pandai bersosialisasi dan berbicara, suka diekspose.. >_< ya iya lah.. secara dia presenter..

Namun dasar wanita suka ramalan, presenter satunya lagi akhirnya luluh dan bersedia menuliskan namanya pada kertas untuk diprediksi kepribadiannya. Awalnya saya mengira Bapak ini akan memuji, tapi kenyataannya sebaliknya. Bapak ini mengatakan kepribadian wanita ini agak judes, kadang terbuka kadang tertutup, terus kadang-kadang menusuk hati. Serentak rekannya tertawa, memang wanita ini agak judes namun juga ramah..

Pembahasan pun semakin menarik, tapi mengapa an bagaimana Bapak ini bisa langsung spontan mengetahui kepribadian orang dan tingkah laku orang..? Ternyata jawabannya adalah grafologi. Kata beliau dalam ilmu grafologi ada lebih dari 500 aspek yang mesti diteliti dalam mengkaji suatu tulisan. Mulai dari tebal tulisan, ukuran huruf, kemiringan huruf, bentuk huruf bulat/tegak/terbuka/bersambung/berjarak/dll. hingga pemilihan huruf kapital dan huruf kecil.

Bagaimana jika kecenderungan tulisan kita berbeda-beda.. (kadang bagus, kadang jelek) ? Bapak ini juga menjelaskan, untuk itu dibutuhkan minimal 1000 kata untuk menelaah sebuah kasus atau kepribadian sesorang. Demikian pula dengan huruf kapital akan mempersulit pembacaan sifat seseorang.

Terakhir, bagaimana membaca tulisan yang dituliskan oleh tangan yang tidak bisa digunakan untuk menulis atau menulis selain dengan tangan..? Ternyata dari hasil penelitian, walaupun kita menulis misalnya lewat mulut atau kaki pasti akan berusaha menulis semirip mungkin dengan tulisan tangan kita. Ilmu di Amerika telah melakukan penelitian pada seseorang yang menulis dengan kaki akibat dia kehilangan kedua tangannya pada usia muda. Awalnya tulisannya memang jelek, namun lama kelamaan tulisannya semakin bagus dan sangat mirip dengan tulisan dari tangannya (sewaktu tangannya masih ada). Subhanallah..

Ternyata grafologi ini sangat berguna dan tidak ada salahnya untuk dipelajari. Walaupun awalnya agak konyol namun menyimpan misteri ilmu yang masih belum terungkap. Biasanya grafologi diterapkan dalam sebagai decission support dalam memilih pegawai atau pendamping hidup ^_^. Eits.. jangan salah, tidak fair kalau kita menentukan pilihan hidup kita hanya lewat tulisan kan..? Jadi tetap butuh pdkt, tukar nomor hape, atau surat-suratan.. hehehe.. Oya.. btw.. grafologi bisa menelaah tulisan di sms ga ya..?

 

sumber