Akhir-akhir ini lagi pengen belajar grafologi, entah kenapa rasanya unik aja melihat karakter orang dari tulisan tangan. Dan setelah tahu kalau sebenernya tanda tangan kita bisa juga sebagai penentu karakter kita, agak nyesel juga sih bikin tanda tangan yang tiap kali dilihat orang selalu berkata “mbulet” alias ruwet.
Awalnya sih memang biar nggak mudah ditiru, tapi lama2 jadi ngerasa “iya ya, mbulet” hehehe. Alhasil tiap tanda tangan dokumen mending pilih parah ajalah, lumayan agak “eye catching” juga sih hehe.
Well, apa itu grafologi??
Aku mencoba menularkan info lewat blog ini, sekalian untuk back up saja kalau2 data di komputer dan flashdisku hilang.
Apa Sich Grafologi itu???
Grafologi merupakan sebuah Ilmu yang mempelajari tentang Tulisan Tangan telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu, misalnya di China pengetahuan tentang tulisan tangan telah digunakan sejak tahun 1000 Masehi meskipun tidak secara Ilmiah.
Baru sekitar tahun 1622, seorang dokter dari Italia,dr. Camillo Baldi mengemukakan penemuan tentang ilmu pengenalan tulisan yang dibuat secara sistematik/ilmiah yang dimuat dalam bukunya, dimana dalam bukunya tersebut diterangkan tentang adanya hubungan yang unik antara tulisan tangan seseorang dengan karakter dan kepribadiannya.
Pada tahun 1741-1801, Pastor Swiss,J.C Lavanter mebuat Laporan yang lebih sistematik dan Cermat tentang tulisan tangan. Meskipun masih berupa perkiraan dan menerangkan tentang sifat-sifat umum namun telah memberikan inspirasi bagi orang lain, khususnya di Paris. Beberapa orang yang terinspirasi diantaranya : Louis Hocquart selain itu ada juga yang berasal dari kelompok agama, diantaranya : KardinalRegnier, Uskup Agung Cambrai, Uskup Boudinet, dan Flandrin. (belajar grafologi mengetahui kepribadian)
Dari sumber yang aku dapat di huteri.com , beliau menjelaskan bahwa, menurut riset, keakuratan analisagrafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:
1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya
2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar
3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama
4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak
5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
– Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
– Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
– Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
– Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
– Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
– Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan
7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri
8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.
9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
10. Sedikit tentang huruf “O”
– Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
– Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan
sumber