Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani, menyesalkan jatuhnya korban jiwa dalam bentrok petani di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan pihak PTPN Cinta Manis.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan sangat menyesalkan atas jatuhnya korban meninggal dunia yaitu Angga Bin Darmawan (12 tahun),” kata Ahmad Yani kepada JPNN, Sabtu (28/7).

Seperti diketahui, bentrokan antara petani Kabupaten Ogan Ilir dengan polisi terkait masalah dengan PTPN Cinta Manis, Jumat (27/7) sore menyebabkan Angga meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka tembak. Yang mengalami luka tembak ialah  Jesika (16), Dut Binti Juni (30) Rusmin Bin Alimin dan dua perempuan lagi belum diketahui identitasnya dalam kondisi kritis.

Yani menegaskan,  seharusnya tindakan yang digunakan dalam menyelesaikan konflik antara rakyat Ogan Ilir dan PTPN VII mengunakan pendekatan dialog dan persuasif. “Bukan tindakan kekerasan dan hukum semata,” kata Yani.

Dia menegaskan, tertembaknya Angga Bin Darmawan hingga korban meninggal dunia, sudah jelas aparat tidak mengindahkan Instruksi Presiden tanggal 25 Juli 2012 yang meminta seluruh jajaran pemerintah untuk menyelesaikan konflik yang melibatkan rakyat, tidak semata mata penegakan hukum tapi juga secara sosial dan budaya.

Yani pun meminta Kapolda Sumatera Selatan untuk segera menarik pasukan polisi di lapangan guna mendinginkan suasana. Dia mendesak Polda Sumsel mengambil alih kendali atas seluruh operasi dengan mengunakan pendekatan persuasif serta dialog dengan tokoh masyarakat dan ulama.

“Ini guna mencegah meluasnya konflik dan jatuhnya korban lain,” kata Yani. Dia menegaskan, Komisi III DPR juga akan melakukan investigasi terkait kasus ini. “Saya akan mendesak Komisi III segera turun ke lokasi kajadian, untuk melakukan investigasi,” beber Yani. (boy/jpnn)

 

SUMBER