Valentino Rossi sedang menghadapi situasi yang dilematis. Pada usianya yang sudah 33 tahun, pembalap asal Italia itu harus memilih memperpanjang kontraknya bersama Ducati atau kembali ke tim lamanya Yamaha.

Bertahan dengan Ducati menjadi pilihan yang sulit karena sejak bergabung pada 2011 lalu dia belum juga nyetel dengan tunggangannya. Bagi pembalap tujuh kali juara dunia, hanya dua kali naik podium selama dua musim adalah capaian yang teramat buruk.

Opsi lainnya adalah pindah. Repsol Honda yang musim depan akan kehilangan Casey Stoner karena pensiun sudah menyatakan tidak menjadikan The Doctor, julukan Rossi, sebagai opsi. Sehingga pilihan Rossi tampaknya kembali ke Yamaha.

Masalahnya, balik kucing ke Yamaha artinya dia harus kembali satu tim dengan Jorge Lorenzo. Pembalap yang sedang on fire dan berada pada masa emasnya. Apakah Rossi rela hanya menjadi pembalap kedua untuk menopang Lorenzo?

“Ini mungkin musim tersulit dalam karir saya, karena saya harus menentukan ke mana arah karir saya berikutnya. Keputusan tergantung kepada saya, bukan orang lain yang mempengaruhi,” kata Rossi kepada La Gazzetta dello Sport.

Rossi mengaku ada tiga tawaran menarik yang sedang dalam pertimbangannya. Termasuk salah satunya kembali ke Yamaha di mana dia memiliki cerita sukses selama 2004-2010. “Keputusan ini lebih sulit daripada pada 2003 lalu,” jelasnya.

Sebelum bersinar bersama Yamaha dengan empat gelar juara dunia, Rossi sempat dua kali juara dunia bersama Repsol Honda pada 2002 dan 2003. “Dari sudut pandang saya saat ini, uang bukan lagi tidak lagi jadi pertimbangan utama,” terangnya. (ham)

 

SUMBER