Tag


Jepang membuktikan, tim yang mendominasi penguasaan bola belum tentu menang. Tim ”Samurai Biru”, bermodal 35 persen penguasaan bola, tampil lebih efektif saat menekuk Spanyol, 1-0, dalam laga Grup D Olimpiade London di Stadion Hampden Park, Kamis (26/7).

Jepang yang ditekan Spanyol sepanjang babak pertama justru unggul lebih dulu pada menit ke-34. Gelandang serang klub Bundesliga, Yuki Otsu, yang dipasang sebagai penyerang tengah tim nasional Jepang ini, menundukkan kiper Spanyol, David De Gea, memanfaatkan tendangan pojok Takahiro Ohgihara.

Penjagaan yang longgar dari para pemain Spanyol berkontribusi besar dalam terciptanya gol ini. Pemain bertahan Barcelona B, Martin Montoya, terlalu banyak memberikan ruang kepada Otsu sehingga leluasa menerima bola di dalam kotak penalti.

Tujuh menit kemudian, Spanyol menuai petaka dengan kartu merah yang diterima Inigo Martinez. Jepang kian leluasa mengontrol dan mengembangkan permainan dengan keunggulan satu pemain.

Kartu merah yang diterima pemain klub Real Sociedad ini merupakan yang kedua di olimpiade dan di Grup D. Kartu merah sebelumnya diterima pemain Maroko, Zakarya Bergdich, yang diusir wasit saat melawan Honduras.

Spanyol menguasai bola 65 persen, tetapi efektivitas serangan justru milik Jepang. Tiki taka tim polesan Pelatih Luis Milla ini mampu diredam strategi pertahanan berlapis racikan Pelatih Jepang Takashi Sekizuka.

Jepang dengan 35 persen penguasaan bola melakukan 12 tendangan, lima di antaranya tepat ke arah gawang. Sementara Spanyol hanya enam kali percobaan. Pada babak pertama kondisinya lebih parah, Spanyol hanya sekali menguji kiper Shuichi Gonda melalui tendangan Juan Mata dari luar kotak penalti.

Setelah unggul 1-0, tim Samurai Biru tampil lebih percaya diri pada babak kedua. Mereka tidak memberi ruang bagi Spanyol untuk mengembangkan permainan. Lini tengah dengan komandan Juan Mata selalu kandas di depan kotak penalti.

Tiga kali Jepang mendapat peluang emas mencetak gol saat Kensuke Nagai dan Hiroshi Kiyotake tinggal berhadapan dengan kiper David De Gea. Namun, tiga tendangan pemain Jepang itu melenceng tipis di sisi kiri gawang Spanyol.

Luis Milla berusaha memperkuat lini tengah dengan memasukkan dua gelandang pada babak kedua, Ander Herrera dan Oriol Romeu. Suntikan dua pemain tengah ini membuka ruang lebih bebas bagi Mata untuk membangun permainan. Pemain Chelsea ini bergerak bebas mencari celah di lini pertahanan Jepang yang dikawal lima pemain.

Maroko tahan Honduras

Pada laga Grup D yang berlangsung sebelumnya, Honduras tidak mampu memanfaatkan keunggulan satu pemain untuk menundukkan Maroko. Kedua tim bermain 2-2 hingga wasit Pavel Kralovec mengakhiri laga.

Maroko tampil meyakinkan dengan mencetak gol lebih dulu pada menit ke-39 melalui tendangan voli spektakuler Abdelaziz Barrada. Keunggulan Maroko dipatahkan bomber Honduras, Jerry Bengtson, melalui gol pada menit ke-56. Sembilan menit kemudian, Bengtson membawa Honduras unggul 2-0 melalui tendangan penalti.

Namun, pemain Maroko yang bertarung demi harga diri bangsa hanya memerlukan waktu dua menit untuk menyamakan kedudukan 2-2. Pemain serang Zakaria Labyad mencukil bola di kotak penalti untuk menundukkan kiper Honduras, Jose Mendoza.

Maroko yang berusaha mengejar tiga poin harus bermain bertahan setelah bek sayap kiri Zakarya Bergdich menerima kartu merah langsung. Bergdich menendang lutut kiri Mario Martinez pada menit ke-71. Kehilangan Bergdich merupakan kerugian besar bagi Maroko karena bek sayap ini memiliki kontribusi besar dalam membangun serangan. Kemampuannya melayangkan umpan berujung gol pertama Maroko ke gawang Honduras.

Namun, Honduras tidak mampu memanfaatkan keunggulan satu pemain untuk menambah gol. Hasil imbang ini cukup baik bagi Honduras dan Maroko setelah Spanyol kalah dari Jepang, 0-1.

Pada laga berikutnya, Honduras melawan Spanyol yang membutuhkan kemenangan, sedangkan Maroko melawan pemimpin Grup D, Jepang.

Di Grup B, Meksiko dan Korea Selatan bermain imbang tanpa gol. Pada laga selanjutnya, Meksiko melawan Gabon, dan Korsel menantang Swiss. (AP/ANG)

 

SUMBER