PT Kereta Api Indonesia memprediksi pundak arus mudik lebaran 2012 terjadi tiga hari menjelang Idul Fitri (H-3), atau tepatnya tanggal 16 Agustus.

“Kami prediksi hari itu merupakan puncak arus mudik bagi penumpang kereta api. Apalagi pada 16 Agustus sehari menjelang hari libur nasional memperingati HUT ke-67,” kata Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia, Sugeng Priyono di Surabaya, Jumat 27 Juli 2012.

Menurut dia, lonjakan penumpang kereta api sudah dirasakan sejak H-4. Ribuan orang diperkirakan sudah memadati  berbagai stasiun untuk mudik ke kampung halaman masing-masing pada hari tersebut.

“Dua hari itu memang sudah habis tiketnya, tapi tidak dengan hari lain. Jangan salah, masih ada hari lain, tiketnya masih banyak yang kosong,” jelas dia.

Sedangkan untuk puncak arus balik, PT KAI memperkirakan terjadi pada hari kelima setelah Lebaran atau Sabtu, 25 Agustus 2012. Di samping akhir pekan, tanggal tersebut adalah terakhir liburan dalam rangka Idul Fitri 1433 Hijriah.

“Sehari sebelumnya juga kami perkirakan sangat padat, namun puncaknya pada Sabtu. Tiket khusus dua hari tersebut juga telah habis dipesan,” kata mantan Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 itu.

Sementara itu, PT KAI belum memprediksi kapan puncak arus balik terjadi. Namun, diperkirakan jumlah penumpang pada puncak arus balik tahun ini mencapai 170 ribu orang, atau turun 10 persen dari tahun 2011.

“Pada 2011, total jumlah pemudik yang menggunakan jasa kereta api mencapai 182 ribu penumpang. Kami sudah memprediksi akan terjadi penurunan pada 2012,” papar dia.

Menurut Sugeng, faktor penyebab turunnya penumpang pada arus balik itu antara lain tidak adanya kuota tambahan penumpang dari kursi yang sudah ditentukan dan tidak adanya tiket berdiri.

“Kami tidak menjual tiket cadangan melebihi batas maksimum isi kereta api. Inilah yang menjadi faktor utamanya perkiraan menurunnya penumpang dibanding tahun lalu,” kata dia. Faktor lainnya, tidak diperbolehkannya penumpang merokok di atas kereta api. (adi)

 

sumber