Satu unit rumah dan mobil milik warga rusak akibat tertimpa tower BTS yang tumbang di kawasan Komplek PU Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa pada Selasa (24/7/2012) siang.

Ilustrasi tower (foto: Ist)

Tower setinggi 40 meter milik Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi Telematika Provinsi Aceh itu roboh, setelah diterpa angin kencang disertai hujan melanda Banda Aceh dan sekitarnya sejak Senin malam. BMKG memperkirakan kecepatan angin mencapai 35 kilometer perjam.

Fitri, seorang saksi mata, mengatakan, saat kejadian warga di komplek itu semua sedang berada di dalam rumah, tak ada yang di luar. “Tidak ada orang di luar, warga di komplek itu di dalam rumahnya masing-masing, apalagi hujan dan anginnya kencang sekali,” katanya.

Warga tiba-tiba dikejutkan dengan suara keras tower tumbang. Tower itu menimpa mobil Toyota Avanza milik Taufik yang tengah terparkir. Sedangkan bagian ujung tower mengenai bagian depan rumah milik Bakhtiar.

Taufik yang saat kejadian sedang berada dalam kantornya di komplek tersebut, menuntut semua biaya perbaikan mobilnya itu ditanggung Dinas Hubkomintel selaku pemilik tower, karena peristiwa ini dinilai akibat kelalaian pengelola tower.

Sejumlah warga mengaku tower yang sudah didirikan sejak lima tahun lalu itu tak direstui warga. Letaknya yang sangat dekat dengan perumahan, dan membuat warga khawatir tower bisa tumbang saat angin kencang.

“Ini sangat menakutkan sebenarnya. Warga sangat was-was dan harus masuk ke dalam rumahnya saat ada angin,” ujar Sugi Murjani, seorang warga komplek tersebut.

Pihak Dinas Hubkomintel yang turun ke lokasi paska kejadian, ikut memindahkan mobil yang tertimpa tower. Namun mereka tak satu pun bersedia menjawab pertanyaan wartawan seputar kejadian itu.

SUMBER