Koalisi Rakyat meminta agar KPU dan Panwaslu DKI Jakarta untuk lebih tegas, terbuka, jujur dan adil dalam putaran dua 20 September mendatang.

ilustrasi (okezone)

Menurut Koordinator Koalisi Rakyat, Munawar, keberlangsungan Pemilukada DKI Jakarta pada Putaran Pertama saja, masih terjadi beragam permasalahan.

“Mulai dari kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT), kampanye terselubung, serta tak pantasnya Calon Gubernur (Cagub) yang merangkap jabatan dan praktek politik uang,” katanya melalui siaran pers di KPU DKI Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Munawar menuturkan, setidaknya ada tujuh tuntutan, yang disampaikan Koalisi Rakyat kepada KPU DKI Jakarta. Pertama menuntut penyelenggaraan Pilkada DKI putaran dua agar berjalan secara tegas, terbuka, jujur dan adil.

Kedua, melakukan peninjauan kembali dan memasukan dalam tata tertib perihal atribut yang digunakan oleh Cagub. Salah satunya adalah baju kotak-kotak dan batik milik pasangan Cagub nomor urut 3 dan 4, yang resmi digunakan pada kertas suara.

“Terjadinya praktek kampanye terselubung yang terbuka, masif dan massal. Maka, pada putaran dua agar ditertibkan, yakni melarang saksi, tim sukses dan masyarakat menggunakan atribut baju kotak-kotak yang sama dengan Jokowi-Ahok,” jelasnya.

Baju kotak-kotak, Kata Munawar, menjadi permasalahan di hari pencoblosan putaran pertama dikarenakan sangat mempengaruhi dan secara tak langsung mengarahkan pemilik suara.

Munawar mengatakan tuntutan ketiga untuk memperbaiki DPT dan dimaksimalisasikannya sosialisasi Pemilukada DKI Jakarta pada putaran dua. Selian itu, perlu juga menindaklanjuti laporan praktek politik uang dan dalam Pemilukada berikutnya juga dapat diatur kembali persyaratan agar calon tidak boleh merangkap jabatan.

“Contohnya Walikota Solo boleh mencalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta pada saat dia aktif tanpa ada konsekuensi apapun. Ini guna membangun tatanan sistem politik secara sehat, baik dan benar,” simpulnya.

Sedangkan yang keenam, lanjut Munawar, agar KPU DKI mengingatkan kepada warga Jakarta untuk Putaran dua, dan jangan sampai terpengaruh oleh propaganda kepentingan sesaat atas nama perubahan yang tidak objektif.

“Terakhir, bersama-sama mensukseskan Pikada DKI Jakarta putaran dua berjalan secara demokratis, aman dan damai,” tegasnya

 

SUMBER