Pemain Ajax Amsterdam yang telah lama menjadi incaran Chelsea, Gregory van der Wiel, mengecam kebijakan transfer de Godenzonen. Menurut bek kanan berusia 24 tahun itu, Ajax telah bersikap melewati batas karena memaksanya keluar dari Amsterdam ArenA pada bursa transfer musim panas demi memperoleh dana besar.

Kontrak Van der Wiel bersama juara bertahan Eredivisie tersebut akan kadaluarsa pada akhir musim depan. Oleh karena itu, Ajacieden terus berusaha menjual pemain berusia 24 tahun tersebut pada bursa transfer musim panas agar tidak pergi secara gratis pada tahun depan.

“Saya tahu kebijakan transfer Ajax. Sudah sangat jelas bahwa mereka hanya ingin mendapat uang dari hasil penjualan saya. Semua itu membuat saya tertekan, karena bukan sesuatu yang baik jika klub memaksa seorang pemain untuk pergi,” kata Van der Wiel kepada Algemeen Dagblad.

“Kini semua kebijakan saya serahkan kepada klub. Saya berharap mereka sadar bahwa saya telah berada di klub ini sejak berusia tujuh tahun. Bermain di klub ini merupakan impian masa kecil dan saya akan memberikan kemampuan 100 persen hingga saat-saat terakhir,” lanjut Van der Wiel.

Pelatih Ajax, Frank de Boer, ternyata tidak senang dengan komentar Van der Wiel. Ia menyatakan pihak klub telah menjelaskan semua rencana kepada sang pemain sejak akhir musim lalu.

“Klub sama sekali tidak menekan Gregory. Kami punya kebijakan sendiri dan telah menyampaikan kepada sang pemain dua bulan silam. Semua itu normal dan ia tahu apa yang harus dilakukan,” ujar De Boer.

“Kami akan dengan senang hati melepasnya jika datang tawaran yang sesuai. Namun, saya tidak bisa menjamin apakah Gregory akan tetap mendapat kesempatan tampil atau hanya sesekali dimainkan jika memutuskan untuk bertahan,” pungkas De Boer.

Van der Wiel memulai karier profesional bersama Ajax pada tahun 2007. Ia telah bermain dalam 184 laga di seluruh kompetisi dan memberi dua gelar Eredivisie serta dua trofi Piala Belanda untuk Ajax.

 

sumber