Setiap tahun saat memasuki bulan Ramadan, Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Masjid Jogokaryan Yogyakarta pasti dipenuhi jajanan kuliner untuk menu berbuka puasa.

Tradisi Kampoeng Ramadhan Jogokaryan

Sebanyak 150 stand pedagang dengan berbagai jenis dagangan, mulai dari kuliner hingga busana muslim tampak berjejer di gelar sepanjang ruas jalan kampung Jogokaryan, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Ketua Panitia Kampung Ramadan Mesjid Jogokaryan, Swasta Gustami menuturkan, jajanan kuliner yang dijajakan di Kampoeng Ramadhan itu tidak kurang dari 50 menu makanan. Mulai dari makanan tradisional khas Jawa atau Jogja seperti getuk yang terbuat dari singkong hingga burger.

“Ada 50 menu makanan yang dijual di sini, termasuk makanan tradisional,” kata Swasta Gustami kepada VIVAnews di Yogyakarta, Sabtu 21 Juli 2012.

Dia menuturkan, jumlah pedagang secara keseluruhan ada sekitar 200 orang  yang berjualan di kawasan Kampoeng Ramadan, dan baru 150 yang terdaftar. “Semua pedagang di sini tidak dipungut biaya. Namun, pedagang hanya di persilahkan untuk berinfaq, terserah mereka nominalnya berapa,” ujar Swasta.

Pada bulan Ramadan tahun ini, lanjut Swasta, Kampoeng Ramadhan sebagai salah satu pusat jajanan menu buka puasa tersebut adalah tahun yang kedelapan.

Dia menambahkan, pasar sore tersebut juga memiliki tujuan memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengembangkan perekonomian mereka. Selain sebagai salah satu pusat jajanan menu berbuka puasa, juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Ramadan lainnya.

Mulai lomba azan, kata Swasta, tingkat regional DIY dan Jawa Tengah, dongeng anak tiap sore, hingga dialog budaya jelang berbuka puasa. “kegiatan ini digelar agar Ramadan lebih semarak dan memberikan nilai-nilai kebaikan bagi umat,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan Kampoeng Ramadhan Jogokaryan tersebut  berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga usai Maghrib.