Ibadah shalat tarawih dan tadarus masyarakat Jatim dipastikan berjalan lancar selama bulan Ramadhan tahun ini. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin tidak akan ada pemadaman selama malam Ramadhan, kecuali ada gangguan teknis yang tidak terduga.

Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jatim Arkad Matulu memastikan tidak akan ada pemadaman jika sistem distribusi pasokan listrik lancar dan tidak ada kendala. ”Jika pun ada masalah, kami akan menanganinya secepat mungkin sesuai prosedur yang berlaku,” katanya, Sabtu (21/7/2012).

Prosedur penanganan gangguan yang diterapkan pihaknya maksimal hanya memerlukan waktu kurang dari 4 jam. Yakni 45 menit untuk proses pengaduan, dan proses pemulihan yang maksimal memakan waktu 3 jam. ”Bahkan jika gangguan tidak terlalu serius, bisa memakan waktu tidak sampai 3 jam,” tambahnya.

Konsumsi listrik di Jatim saat Ramadhan, kata Arkad, memang naik, namun tidak terlalu signifikan. Kenaikan diperkirakan sekitar 50 hingga 100 Megawatt (MW). Jika hari biasa, beban puncak pada malam hari sekitar 3.900 MW, saat Ramadhan maksimal kenaikan hanya sampai 4.000 MW.

Sementara suplai listrik untuk Jatim lebih dari kondisi aman, bahkan surplus. Jumlah surplus pun terus bertambah menjadi 3.000 MW setelah pasokan tambahan dari PLTU Paiton III sebesar 1.000 MW sudah masuk ke jaringan Jawa Bali.

”Jumlah itu belum yang rencana tambahan dari proyek Tanjung Awar-Awar Lamongan dan Pacitan yang rencananya tahun ini sudah mulai realisasi,” terangnya.

Pelanggan PLN Jatim saat ini mencapai 8,1 juta pelanggan dengan konsumsi atau penggunaan terbesar adalah industri yang mencapai 73 persen, sisanya adalah pelanggan rumah tangga. Tahun ini PLN Distribusi Jatim ditarget mampu meningkatkan penjualan hingga 17 persen. Target itu adalah tertinggi se-area Jawa-Bali.