Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Majelis Nasional Iran mengatakan bahwa “aksi terorisme” di Damaskus, yang menewaskan empat pejabat tinggi Suriah, dirancang oleh Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat dengan sekutu Barat dan Arabnya.

Situs berita Hajj melaporkan, Alaeddin Boroujerdi mengatakan di Madinah, bahwa saat ini, terorisme negara, di bawah kepemimpinan AS dan rezim Zionis Israel, adalah bentuk yang paling berbahaya dari terorisme yang mengancam keamanan kawasan (Timur Tengah) dan seluruh dunia.

“Meskipun semua upaya AS dan Zionis, Suriah telah mampu tahan terhadap semua konspirasi dan tetap sebagai sumbu perlawanan Palestina, sehingga mendukung Suriah sama saja dengan mendukung perlawanan Palestina,” katanya.

Borouherdi juga memuji kukuhnya Rusia dan China dalam mendukung Suriah, dan menambahkan bahwa AS harus memahami masa kekejaman berakhir dan dunia telah memasuki fase multipolar.

Mengenai pembantaian Muslim di Myanmar, Boroujerdi mengatakan bahwa kurang seriusnya reaksi Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terhadap tragedi ini tidak bisa diterima