Setelah penutupan selama 12 tahun, Israel akhirnya membuka kembali jalan di Kota Jericho, di wilayah Tepi Barat. Lantaran pembukaan itu, banyak warga Palestina mendapatkan kemudahan.

Sebelum blokade dibuka, mayoritas warga Palestina dan Israel di daerah tersebut mesti berputar hingga 80 kilometer andai hendak menuju kawasan utara Tepi Barat menuju Jericho atau sebaliknya.

Menurut Gubernur Jericho Majid al-Fityani di Ramallah sebagaimana warta Xinhua pada Sabtu (21/7/2012), buldozer-buldezer Israel membongkar blokade sekaligus membuka jalan di pintu masuk utara kota itu. Gara-gara kebijakan itu, para petani Palestina di wilayah Bukit Jordan bisa menyalurkan produksinya lebih cepat. “Pembukaan itu akan menghidupkan kembali perdagangan dan perekonomian di Desa Nuweima,” kata al-Fityani.

Sebelum blokade dibuka, mayoritas warga Palestina dan Israel di daerah tersebut mesti berputar hingga 80 kilometer andai hendak menuju kawasan utara Tepi Barat menuju Jericho atau sebaliknya. Meski begitu, al-Fityani tidak menjelaskan seberapa jauh jarak tempuh andai warga melalui jalan yang sudah dibuka tersebut.

Israel menutup jalan tersebut pascagerakan intifada yang kedua pada September 2000. Menurut catatan PBB, ada sekitar 600 warga Israel yang tinggal di kawasan tersebut saat blokade diterapkan.