Indikasi kematian gajah Sumatera di Kabupaten Kampar Riau mati akibat racun semakin kuat. Dokter Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau menemukan bungkus racun pestisida di dalam saluran pencernaan gajah itu.

“Di lambung ada butiran pestisida lengkap dengan bungkusnya dan dibalut dengan kain,” kata ketua tim dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Drh. Rini Deswita, Jumat (20/7/2012).

“Pestisida ini kena kulit saja sudah berbahaya, apalagi dimakan,” katanya.

Diketahui, gajah yang diduga diracun itu ditemukan di Dusun IV Flambayan Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar pada Kamis (19/7/2012). Gajah jantan tersebut berusia sekitar 12-15 tahun. Satu gading gajah telah hilang.

Humas WWF Program Riau, Syamsidar, mengatakan bahwa dengan penemuan kasus ini, sudah ada 10 ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan mati di Riau pada tahun ini.

Kasus terakhir di Kampar, kuat dugaan gajah berasal dari kelompok gajah Petapahan. Populasinya diperkirakan mencapai 20 sampai 25 ekor.

Kasus kematian gajah paling banyak di lanskap Tesso Nilo, yakni mencapai tujuh ekor gajah.

“Sampai sekarang belum ada pelaku yang ditangkap,” katanya.