Dinas Perhubungan DKI Jakarta menghimbau para pemudik yang terbiasa menggunakan sepeda motor untuk mengalihkan transportasi mereka dengan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP). Maka dari itu, Dishub DKI telah mempersiapkan 1.002 armada bus tambahan yang akan berangkat dari 14 terminal yang tersebar diseluruh wilayah DKI Jakarta.

“Untuk Lebaran tahun ini diperkirakan pemudik dengan menggunakan sepeda motor akan mengalami kenaikan sebanyak 27,79 persen, dari 1.199.867 pemudik menjadi 1.533.340 pemudik,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Balaikota, Jakarta, Jumat, (20/7/2012).

“Prediksi kenaikan tersebut didorong dari produksi motor yang berkembang pesat saat ini, ditambah banyak pemudik yang beranggapan akan lebih cepat sampai dengan motor tanpa mengindahkan bahaya yang mengancam pengendara,” tambah Udar.

Selanjutnya, ia menganjurkan para pemudik untuk menggunakan moda transportasi alternatif lain selain sepeda motor. Pihaknya menganjurkan para pemudik sepeda motor hendaknya untuk menggunakan bus AKAP. “Selain jauh lebih aman, mudik menggunakan bis AKAP jauh lebih nyaman dan tidak capek. Coba bandingkan dengan mudik naik motor, tiga jam sudah sempoyongan, belum kalau bawa barang dan keluarganya banyak,” kata Udar.

Udar pun melanjutkan, bagi para pemudik yang mampu secara finansial dapat menggunakan bis nonekonomi yang nyaman berpendingin udara. “Bagi yang kurang mampu bisa menggunakan bis ekonomi. Pemerintah sudah menjamin, biayanya sangat terjangkau,” tandasnya.

Terkait penambahan armada bus AKAP, Dishub DKI bekerjasama dengan sejumlah pihak swasta seperti tahun lalu. “Kerjasama tersebut berupa program mudik gratis yang diselenggarakan sejumlah perusahaan dengan menyediakan bus-bus bagi karyawannya ataupun pihak lain,” kata Udar.

Menurutnya, program mudik gratis itu tergolong berhasil. Tahun 2011, ada 401 perusahaan yang menggerahkan 1.717 bus yang berhasil mengangkut 77.019 pemudik dari Jakarta menuju berbagai kota di Indonesia.