Sriwijaya yang tampil di hadapan publik sendiri langsung memberi tekanan hebat ke jantung pertahanan tim All-Star. Peluang pertama bahkan bisa diciptakan Laskar Wong Kito di menit kedua melalui barisan penyerangnya yang masih digagalkan Kurnia Meiga.

Meski mendominasi di awal pertandingan, Sriwijaya justru tertinggal lebih dahulu di menit kesepuluh. Gustavo Lopez mengirimkan umpan cantik ke arah Alberto Goncalves yang langsung menaklukkan kiper Ferry Rotinsulu melalui tendagan kerasnya.

Tidak mau kehilangan muka, Sriwijaya tidak mengendurkan serangan dan benar saja hanya enam menit berselang mereka mampu menyamakan kedudukan melalui tandukan salah satu bintangnya yaitu Hilton Moreira menyempurnakan umpan bola mati Firman Utina.

Adu kekuatan dan skill kedua tim semakin memanaskan pertandingan. Jual-beli serangan terjadi namun tidak ada gol tambahan tercipta hingga babak pertama berakhir.

Sriwijaya sebenarnya memiliki kesempatan besar menuntaskan pertandingan di waktu normal setelah tim All-Star bermain dengan sepuluh pemain karena Aldo Barretto diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Tuan rumah memang meningkatkan intensitas serangan tetapi beberapa peluang yang didapat Hilton, Kayamba Gumbs dan pilar Sriwijaya lainnya gagal mengubah skor hingga 90 menit pertandingan usai.

Adu tendangan penalti akhirnya harus menjadi penentu pemenang pada pertandingan ini. Tiga penendang pertama kedua tim mampu mengeksekusi bola dari titik putih dengan baik.

Bayang-bayang kegagalan sempat menghantui Sriwijaya FC ketika tendangan keras Siswanto membentur mistar gawang, beruntung penendang keempat tim All-Star Mario Costas ikut gagal menceploskan bola karena si kulit bundar bisa ditahan kiper Rivky Mokodompit.

Supardi yang menjadi eksekutor terakhir Sriwijaya berhasil menyarangkan gol dan kegagalan Riccardo Salampessy mencetak gol bagi tim All-Star memastikan pesta besar fans tim tuan rumah.(api)