Shalat sunat Nisfu Sya’ban tahun ini, Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu malam Minggu, tanggal 16 Juli 2011 M (malam 15 Sya’ban 1432 H). Pada malam ini, ditutuplah “Buku Catatan Perjalanan Hidup” setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang. Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan, disunnahkan pula agar pada siangnya untuk berpuasa.

Niatnya : Usholli sunnatan nisfu sya’ban rok’ataini ma’muman lillahi ta’alaa. Allaahu akbar

(Aku niat shalat sunat nisfu sya’ban 2 rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. Allahu akbar.

Banyaknya : 2 rakaat (1 kali salam) lebih baik berjamaah.

Bacaannya: Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun

Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas

Membaca surat Yasin 3x sesudah salam (selesai sholat sunnah Nisfu Sya’ban tsb,) dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Setelah pembacaan surat Yasin pertama membaca do’a agar dipanjangkan umurnya untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT, sebanyak-banyaknya.
  2. Setelah pembacaan surat Yasin kedua membaca do’a agar rezeki yang banyak lagi halal kepada Allah SWT agar dapat kiranya dibuat bekal/sangu melakukan ibadah kepadaNya
  3. Setelah pembacaan surat Yasin ketiga membac do’a agar diberikan kekuatan iman dan Islam

Do’a setelah shalat sunat Nisfu Sya’ban:


Artinya : “Ya Allah! Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti.

Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata-kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), “Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly”.

Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala’i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah “. Washallallahu ‘alaasayyidina Muhammadin wa alaa aalihii washohbihii wasallam. Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.

Dikutip dari buku Fadilah surat yasin dan Tahlil karangan Muhammad Luthfi Mubtadi PenerbitPustaka Islam Indonesia.

Seperti biasa tersaji bukan untuk dipuji apalagi dicaci namun hanya untuk diketahui